Begini Wajah Staf Khusus Presiden Jokowi yang Ditangkap

0
553

Staf khusus Presiden bidang intelejen gadungan


Nawacita.co – Ada-ada saja, seorang mengaku staf khusus Presiden Jokowi bidang intelijen. Mereka memiliki kartu keanggotaan, gantungan kunci berlogo istana PIN Staf Khusus Kepresidenan. Mereka tidak main-main, punya senjata segala, tapi senjata dengan peluru karet dan tanpa surat ijin resmi.

Jabatan ini tampaknya sangat keren karena dengan menunjukkan kartu nama dan ada logo staf kepresidenan, seseorang bisa kepincut dan mungkin juga takut jika mereka memiliki persoalan. Ujung-ujungnya menawarkan bantuan dengan imbalan sejumlah uang. Intinya jabatan palsu itu hanya untuk gagah-gagahan dan pemerasan.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary, (15/3/2018), mengatakan pengungkapan itu berdasarkan informasi yang viral di media sosial bahwa ada orang yang mengaku sebagai Stafsuspres Bidang Intelijen. Sejauh ini, sudah ada dua orang korban yang telah ditipu olehnya.

Ade Ary menegaskan bahwa SK bukanlah Stafsuspres yang sebenarnya. Terkait surat-surat identitas yang dimiliki semuanya dipastikan palsu. SK membeli surat-surat tersebut dari seorang pria berinisial H yang kini masih buron.

Tidak hanya mengaku sebagai Stafsuspres saja, pelaku juga menipu dengan modus bisa memasukkan orang menjadi anggota Stafsuspres atas ijin dirinya lengkap dengan kartu identitas dengan syarat korban memberikan sejumlah uang.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary, mengatakan pengungkapan itu berdasarkan informasi yang viral di media sosial bahwa ada orang yang mengaku sebagai Stafsuspres Bidang Intelijen.

Tersangka mengaku bisa mengeluarkan kartu penting seperti keanggotaan, gantungan kunci berlogi istana, dan PIN Stafsuspres. Tetapi, untuk yang berminat diminta sejumlah uang. Biayanya 2 hingga 5 juta rupiah. SK ini melakukan aksinya sejak 214.

Setelah ditangkap di rumah SK, polisi menggeledah isi rumah dan menemukan beberapa barang bukti dokumen Stafsuspres palsu dan senjata api amunisi karet yang tanpa surat resmi. Saat ini, polisi masih mengembangkan kasus tersebut guna mencari tahu apakah ada korban yang lain.

Yang pasti SK dikenai pasal pemalsuan dokumen, penipuan dan menguasai senjata api tanpa hak. Ia melanggar pasal 263 KUHP dan pasal 1 ayat 1 UU Darurat RI No. 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Begitulah wajah intel gadungan. Kalau intel beneran mana mungkin menunjukkan kartu intelnya. Warga pasti faham, sehingga tidak perlu terkecoh dengan beragam kartu keanggotaan yang ujung-ujungnya hanya sebagai modus penipuan dengan menjual jabatan palsu.  (Pk)

LEAVE A REPLY