Pakde Karwo : Budaya Jadikan Masyarakat Lebih Humanis

0
397
Gubernur Jatim Dr.H. Soekarwo Saat Menghadiri Pembukaan Jatim Night Specta Carnival 2017 di Simpang Balapan Jl. Ijen Kota Malang, Minggu (8/10/2017) Dini Hari.

SURABAYA.Nawacita.co – Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo membuka Jatim Night Specta Carnival 2017, karnaval jalanan yang a.l. dimasudkkan untuk meningkatkan kreativitas seniman dalam berseni membentuk karnaval atau arak-arakan di jalan, serta apresiasi terhadap jenis, keunikan, dan keindahan seni budaya.  Karnaval diikuti perwakilan 38 kab/kota se-Jatim serta peserta kehormatan dari DIY dan Provinsi Riau.

Pembukaan dilakukan di Simpang Balapan Jl. Ijen, Kota Malang, Sabtu (07/10/2017) pukul 19.00 WIB malam, dengan kegiatan pawai s.d. pengumuman para pemenang tanpa jenjang tanggal 8 Oktober pukul 01.00 dini hari.

Kegiatan  yang diselenggaran Pemprov. Jatim bersama kab/kota tuan rumah  ini  merupakan kali keempat dan menjadi salah satu rangkaian kegiatan Hari Jadi Jatim ke-72 tahun 2017. Tema karnaval yakni “Pesona Topeng Nusantara”. Tahun depan, karnaval ini akan diselenggarakan di Kabupaten Sumenep.

Dalam sambutannya, Pakde Karwo-sapaan Gubernur Jatim menegaskan arti penting keberadaan kebudayaan yang mampu menjadikan masyarakat lebih humanis. Demikian pula, nilai-nilaikultural budaya mampu menjadikan masyarakat menghormati kebhinekaan. “Budaya mampu membasuh dan menghaluskan kehidupan manusia yang keras karena konflik dan kompetisi yang tidak sehat.Itulah sebabnya lewat budaya masyarakat jadi humanis,”ujarnya.

Nawacita.co
Menurut Pakde Karwo,  karnaval budaya tsb merupakan peristiwa besar karena mampu membangun keseimbangan antara kepentingan rasional dengan kepentingan cipta, rasa dan karsa. Apalagi, di tiap 38 kab/kota se Jatim memiliki nilai budaya yang unik dan tersendiri. Dicontohkan di daerah pesisir terdapat kesenian bagaimana mencari ikan atau saat panen raya ikan. “Rasa syukur kepada Tuhan YME diekspresikan menjadi suatu kebudayaan berupa seni tari atau seni ekspresif oleh masyarakat di Jatim,” terangnya.

Ditambahkan, khusus Kota Malang sangat terkenal dengan budaya Topeng Malangan yang sangat berbeda dengan Topeng Panji. Topeng Malangan merupakan ekspresi dari yang memakai topeng, baik dari segi warnanya ataupun bentuknya. “Cara berkomunikasi dari Topeng Malangan sangat khas saat menyapa semuanya dengan ramah. Ini adalah warisan budaya yang harus terus dilestarikan,” tukas Pakde Karwo.

Kegiatan atraksi budaya, lanjutnya,  jugai bisa menghadirkan mulitplayer effect. Efek pertama yakni bentuk jati diri bangsa, kedua efek industri pariwisata, yang ketiga efek ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat. “Saya rasa banyak sekali masyarakat yang merasakan dampak ekonomi dari kegiatan ini karena banyaknya tamu yang hadir. Yang jelas saya usul Pak Walikota harus bisa memperlama para tamu ini berada di Malang,” harap Pakde Karwo.

Pakde Karwo berharap, setiap daerah bisa ikut mengagendakan dan mengemas kegiatan atraksi yang sama. Selain sebagai bentuk pelestarian juga  agar bisa tetap bersaing di dunia yang serba modern seperti sekarang

Pada kesempatan yang sama, Walikota Malang H. M. Anton menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Jatim Specta Night di Kota Malang. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk penguatan jati diri serta kearifan lokal dalam pelestarisan budaya tradisional. Selain itu, juga menjadi daya tarik tersendiri untuk mendatangkan wisatawan baik lokal maupun manca negara, sehingga bisa menambah devisa. “Pengembangan seni budaya sepert ini harus terus digagas namun juga dibarengi dengan pengembangan sumber daya manusianya,” ungkap Abah Anton sapaan akrab Walikota Malang

dny

 

 

LEAVE A REPLY