Bupati Fadeli : Fokuskan Dan Kembangkan Kawasan Jagung Di Lamongan

0
388
Bupati Lamongan H. Fadeli, SH, MM Saat Memberikan Keterangan Pers di Ruang Garden Terace Lt.5 Hotel Whyndam Surabaya, Kamis (28/9/2017) Sore

SURABAYA.Nawacita.co- Sukses mengembangkan kawasan Jagung di Lamongan ternyata mengundang simpati dari berbagai pihak. Salah satunya, Bupati Lamongan H. Fadeli, SH, MM didaulat menjadi pembicara utama dalam Seminar Investasi yang diselenggarakan di Hotel Whyndam Surabaya, Kamis (28/9/2017) sore

Fadeli dalam seminar soal investasi mengatakan dalam pengembangan sapi dan jagung, dianggap memiliki good will dalam pengembangan pertanian jagung, terutama terkait keberhasilan Lamongan menerapkan pertanian jagung dengan metode modern sehingga mampu menaikkan produktivitas jagung yang semula 5,8 ton tahun 2016 menjadi 10,6 ton per hektare pada tahun 2017

“Pemanfaatan teknologi modern menjadi kunci penting jika kita ingin meningkatkan produksi dan produktivitas, namun dengan biaya yang minim,” katanya saat Pers Conference di ruang Garden Terace Lt. 5 Hotel Whyndam Surabaya, Kamis (28/9/2017) sore.

Di Lamongan, lanjut dia, pertanian jagung modern memanfaatkan teknologi terbaru yang disesuaikan dengan agro ekologi dan sosial ekonomi petani. Penggunaan teknologi itu seperti dijelaskannya meliputi penggunaan benih varietas unggul adaptif dan pupuk harus sesuai rekomendasi. Kemudian penggunaan pestisida yang tepat jenis, konsentrasi, volume semprot dan tepat dalam aplikasinya.

“Dan yang lebih penting lagi, teknologi ini harus yang produktif dan efisien serta bisa memberi keuntungan bagi petani,” ujarnya.

Pengaturan pengairan disebutkan juga menjadi faktor yang harus diperhitungkan. Sementara penggunaan alat mesin pertanian (Alsintan) pada semua tahapan produksi hinga pengolahan menurut dia wajib diterapkan. “Hasil pengawalan penerapan teknologi ini, kami sukses menaikkan produktivitas menjadi rata-rata 10,6 ton per hektar di lahan demfarm seluas 100 hektare. Dan kini kami mengembangkan kawasan serupa di lahan seluas 10 ribu hektare, ” tambahnya.

Menurut dia, secara ekonomis, apa yang diterapkan di Lamongan ini memang menaikkan biaya produksi sebesar 23 persen. Namun hasil panen naik hingga 63 persen. Sehingga terjadi kenaikan pendapatan bagi petani. Selama tahun 2016, luas panen jagung Lamongan mencapai 57.049 hektare. Dengan total produksi 372.162 ton dan produktivitas mencapai 6,52 ton per hektare. Sementara untuk populasi sapi potong yang mencapai 104.779 ekor, dilakukan upaya integrasi dengan kawasan pertanian jagung. Kotoran sapi dimanfaatkan untuk pupuk dengan unit pengelola pupuk organik (UPPO), dan limbah jagung dijadikan pakan ternak.

Itu semua karena adanya komitmen yang tinggi untuk memodernisasi pertanian jagung, pungkasnya.

dny

 

LEAVE A REPLY