Masalah Nasionalisme Bangsa di Era Globalisasi

0
262

Nasionalisme Indonesia tidak bisa dan tidak boleh lepas dari dasar negara RI, Pancasila. Nasionalisme bisa memiliki macam-macam muka, dan nasionalisme Indonesia yang benar dan kuat hanya terwujud bila dilandasi Pancasila. Hanya saja ancaman terhadap nasionalisme tetaplah ada.Hal itu disampaikan oleh Eddy Prabowo saat melakukan sosialisasi empat pilar kebangsaan, (29/9) di Musibuanyuasin.

“Ada dua faktor penyebab memudarnya nasionalme pada bangsa Indonesia, yaitu faktor internal dan eksternal,” ujarnya

Politisi dari Fraksi Partai Gerindra ini menjelaskan faktor internal di antarany adalah: pertama, pemerintahan pada zaman reformasi yang jauh dari harapan para anak, sehingga membuat mereka kecewa pada kinerja pemerintah saat ini. Terkuaknya kasus-kasus korupsi, penggelapan uang Negara, & penyalahgunaan kekuasaan oleh para pejabat Negara membuat rakyat Indonesia khususnya para pemuda enggan untuk memerhatikan lagi pemerintahan.

“Kedua, sikap keluarga dan lingkungan sekitar yang tidak mencerminkan rasa nasionalisme dan patriotisme, sehingga para anak meniru sikap tersebut. Para anak merupakan peniru yang baik terhadap lingkungan sekitarnya. Ketiga, demokratisasi yang melewati batas etika dan sopan santun dan maraknya unjuk rasa, telah menimbulkan frustasi di kalangan anak dan hilangnya optimisme, sehingga yg ada hanya sifat malas, egois dan emosional,” tandasnya

Disamping itu tertinggalnya Indonesia dengan Negara-negara lain dalam segala aspek kehidupan, membuat banyak rakyat khususnya para pemuda tidak bangga lagi menjadi bangsa Indonesia. “timbulnya etnosentrisme yang menganggap sukunya lebih baik dari suku-suku lainnya, membuat anak lebih mengagungkan daerah atau sukunya daripada persatuan bangsa,” paparnya

Adapun faktor eksternal adalah, pertama, cepatnya arus globalisasi yang berimbas pada moral pemuda. Mereka lebih memilih kebudayaan negara lain, dibandingkan dengan kebudayaanya sendiri, sebagai contohnya para pemuda lebih memilih memakai pakaian minim yang mencerminkan budaya barat dibandingkan memakai batik atau baju yang sopan yang mencerminkan budaya bangsa Indonesia.

“Para pemuda kini dikuasai oleh narkoba dan minum-minuman keras, sehingga sangat merusak martabat bangsa Indonesia. Kedua, paham liberalisme yg dianut oleh negara-negara barat yang memberikan dampak pada kehidupan bangsa seperti sikap individualisme yang hanya memikirkan dirinya sendiri tanpa memperhatikan keadaan sekitar dan sikap acuh tak acuh pada pemerintahan,” pungkasnya

LEAVE A REPLY