Festcil 2017 : Gelar film Pendek .”Halaman Belakang.”

0
504

Surabaya,Nawacita.co — Halaman belakang adalah sepetak ruang yang sering dianggap sebagai penanda batas antara lakuan utama dengan yang remah-remah. Di saat yang sama, di halaman belakang, campur aduk peristiwa dari ruang utama berkeliaran dengan bebas dalam bentuk yang tak lagi sama tapi memberikan pengaruh yang nyata bagi jejak langkah ke depan.

Di halaman belakang lanjut dia, batas oposisi leksikal mengendur berbarengan dengan merekahnya kegiatan-kegiatan semenjana yang menyegarkan, bahwa segala keriuhan yang diolah seolah-olah serius di ruang utama hanya akan menguap atau berakhir menjadi ampas.

Di halaman belakang, kita kembali menemukan apa yang luput dari diperahnya perhatian mengikuti porak-parik wacana tanpa istirahat dan membangun ulang persinggungan pelbagai wacana tak final yang mengandaikan bahwa ia memungkinkan untuk dilacak, dikritik, hingga dikupas untuk disusun kembali, ujar Wimar.Hal ini

Direktur Festival Festcil 2017 Saat Memberikan keterangan Pers Dalam Acara Press Conference di Wisma Jerman Jl. Taman AIS Nasution No.15 Surabaya, Kamis (28/9/2017) Sore
Direktur Festival Festcil 2017 Saat Memberikan keterangan Pers Dalam Acara Press Conference di Wisma Jerman Jl. Taman AIS Nasution No.15 Surabaya, Kamis (28/9/2017) Sore 

disampaikan Wimar Herdanto Direktur Festival Festcil saat acara Press Conference yang  berlangsung di Wisma Jerman Jl. Taman AIS Nasution No.15 Surabaya, Kamis (28/9/2017) sore.

Tepat di halaman belakang seperti itu karya-karya dalam format film pendek di Indonesia berada. Ia tak pernah dianggap sebanding dengan film panjang yang lebih sering mendapatkan kesempatan di ruang utama. Di saat yang sama, tak mendapatkan ruang utama justru menarik kembali ingatan kita akan bentuk tradisional film sebagai medium yang mensyaratkan eksplorasi dan ekperimentasi atas semua potensi dan keterbatasan yang dimilikinya.

Jika sudah demikian lanjut dia, alih-alih menyoal memperebutkan ruang utama yang telah riuh berjejalan, memanfaatkan ruang intim laiknya halaman belakang adalah siasat paling strategis untuk mengolah ekspresi perayaan atas melimpahnya pilihan karya dalam format film pendek, tuturnya.

Atas dasar itu menurut Winar, Festcil yang memasuki tahun keduanya ini dihelat dengan tema Halaman Belakang. Layaknya pesta kecil di halaman belakang, kami menyajikan sajian-sajian yang menggugah selera melalui program-program festival; Kompetisi Film Pendek Indonesia, Program Pemutaran Utama, Program Pemutaran Khusus, Workshop Film Based on Research, Diskusi Umum Tematik, Program Bincang Sore, dan tak ketinggalan Program BBQ Feast untuk melengkapi riuh dan meriahnya festival sebagai ajang perayaan sinema katanya

dny

LEAVE A REPLY