Hasil Survei Para Kiai Inginkan Gus Ipul Jadi Gubernur Jatim

0
413
Pilgub Jatim 2018.
Pilgub Jatim 2018.

Nawacita – Hasil survei Lembaga edukasi dan research Polltrend menunjukkan para Kiai di Jawa Timur lebih menginginkan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) sebagai calon gubernur Jawa Timur. Survei ini digelar dengan mendatangi 61 Kiai yang mewakili empat tipologi Kiai.

Dalam survei kali ini, empat tipologi Kiai yang diambil adalah Kiai yang mewakili Kiai Pesantren, Kiai Panggung, Kiai Tarekat dan Kiai Politik.

“Empat tipologi ini yang kami ambil karena ada landasan teorinya yakni dari tipologi Kiai dari Endang Turmudzi,” kata Khoirul Yahya, Direktur Eksekutif Polltrend ketika memberikan keterangan pers, Rabu (30/8/2017).

Selain empat tipologi ini, para Kiai yang diambil mewakili empat wilayah yakni Madura, Arek, Mataraman, dan Pendalungan. Wilayah Madura diwakili sempat kabupaten di Madura; kemudian wilayah Arek terdiri dari Surabaya, Sidoarjo, Malang dan Batu.

Sedangkan Mataraman meliputi Bojonegoro, Madiun, Jombang, Lamongan, Kediri, dan Blitar. Sementara wilayah Pandalungan meliputi Pasuruan dan Situbondo.

Dari hasil survei terhadap 61 Kiai ini diketahui jika popularitas Saifullah Yusuf mencapai 100 persen. Artinya seluruh Kiai yang disurvei mengenal Saifullah Yusuf.

Sementara Khofifah Indar Parawansa Popularitasnya sebesar 93,4 persen. Kemudian di urutan kedua ada nama Imam Nahrawi, Menpora dengan tingkat popularitas 88,5 persen. Lantas ada nama Tri Rismaharini, Walikota Surabaya dengan tingkat popularitas sebesar 85,2 persen.

Untuk tingkat elektabilitas atau keterpilihan nama Saifullah Yusuf dipilih oleh 72,1 persen; lantas Khofifah Indar Parawansa dengan elektabilitas 16,4 persen. Lantas diurutkan ketiga Halim Iskandar dengan 3,3 persen dan Abdullah Azwar Anas sebesar 1,6 persen.

Sedangkan untuk elektabilitas calon wakil gubernur di urutan pertama adalah Abdullah Azwar Anas dengan 27,9 persen. Kemudian Tri Rismaharini sebesar 21,3 persen dan Khofifah Indar Parawansa diinginkan menjadi calon wakil gubernur sebesar 16,4 persen.

Sementara itu Novri Susan, pengajar ilmu politik Universitas Airlangga mengatakan jika melihat metodologinya, maka survei ini memiliki margin of error antara 3-5 persen. “Artinya hasil survei ini bisa dinaikkan atau diturunkan 5 persen,” ujarnya.

Novri mengatakan, survei kali ini unik karena tidak pernah dilakukan oleh lembaga lain. Padahal di Jawa Timur peran Kiai cukup besar dalam mempengaruhi opini publik, minimal mempengaruhi para santri, alumni serta warga sekitar pesantren.

“Di titik tertentu, Kiai mampu memberikan pandangan tentang kebenaran dan kesalahan yang diikuti oleh umatnya. Kiai juga mampu menciptakan solidaritas yang cukup tinggi,” kata dia.

ssby

LEAVE A REPLY