Pemerintah Tiongkok Menjajaki Investasi di Maluku

0
604
Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok menjajaki investasi di Maluku. Infrasuktur, perikanan dan pariwisata di Maluku sangat diminati Tiongkok.
Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok menjajaki investasi di Maluku. Infrasuktur, perikanan dan pariwisata di Maluku sangat diminati Tiongkok.

AMBON, Nawacita – Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok menjajaki investasi di Maluku.  Infrasuktur, perikanan dan pariwisata di Maluku sangat diminati Tiongkok.
Keinginan Tiongkok berinvestasi di Maluku ini ditunjukkan lewat kunjungan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Surabaya, Gu Jingqi ke Maluku. Gu Jingqi diterima Wakil

Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua di kantor Gubernur Maluku, Ambon, Senin (28/8).

Wagub mengatakan tujuan kedatangan Gu Jingqi untuk melakukan investasi di bumi raja-raja ini. Keinginan negeri Tirai Bambu itu disambut positif oleh Pemerintah Provinsi Maluku. Apalagi, Maluku sangat membutuhkan infrastruktur.

“Tujuannya untuk melakukan investasi di sini, tentunya kita menyambut baik kedatangan mereka untuk melakukan investasi. Investasi yang kita butuhkan di sini sudah saya jelaskan yaitu kita butuh infrastruktur,” jelas Sahuburua didampingi Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Surabaya, Gu Jingqi, kemarin.

Infrastruktur yang dimaksudkan wagub di antaranya jalan, jembatan, pelabuhan laut dan juga pelabuhan udara. “Itu yang kita butuh yang paling pertama. Pertanyaanya kenapa, karena kondisi geografis kita yang terdiri dari pulau-pulau, sehingga butuh transportasi, baik laut, darat maupun udara,” kata Sahuburua.

Tiongkok juga ingin menamankan modalnya di bidang perikanan. “Mereka tanya kepada saya apakah perikana budidaya atau tangkap, saya bilang keduanya, tangkap boleh budidaya boleh. Tapi karena kita sudah terbiasa dengan tangkap, sekarang kita bikin budidaya,” jelasnya.

Alasannya, Pemerintah Provinsi Maluku ingin membudidayakan ikan secara besar-besaran sehingga ke depan hasil perikanan budidaya itu ikan diekspor dengan bantuan dari Tiongkok.
Selain perikanan, lanjut Sahuburua, Tiongkok juga ingin investasi di bidang pariwisata. Dia menyarankan Tiongkok melirik Pulau Banda, Kabupaten Maluku Tengah karena potensi pariwisatanya sangat potensional.

“Saya bilang kalau pariwisata silahkan datang ke Banda. Di sana banyak lokasi yang paling bagus untuk pengembangan pariwisata dan mereka senang sekali, mudah-mudahan kalau mereka sudah undang kita, kita bisa tukar lagi informasi sehingga yang diharapkan untuk investasi itu bisa berjalan dengan baik,” ucapnya.

Setelah pertemuan ini, pembicaraan lanjutan bakal dilakukan, ketika Pemerintah Tiongkok mengundang Pemprov Maluku ke Tiongkok. “Mereka akan mengundang kita kesana (Tiongkok) dan kita akan membawa proposal kira-kira kebutuhan apa saja yang akan kita sampaikan. Kita bawa data Maluku secara menyeluruh, tinggal mereka pilih investasi apa saja yang dibutuhkan dan tentunya bermanfaat bagi mereka dan kita,” ujar Sahuburua.

Wagub berharap, kerjasama antara Tiongkok dan Maluku bisa direalisasikan dalam waktu dekat sehingga diakhir masa jabatan dirinya dengan Said Assagaff ada sesuatu yang dihasilkan.

“Walaupun belum nyata tapi jika konsep-konsep sudah mulai dengan awal, saya kira tinggal diteruskan saja oleh pemimpin ke depan.  Sehingga pertumbuhan ekonomi makin baik, kemiskinan akan turun, pengangguran akan turun dan kesejahteraan bisa dicapai,” harapnya.

Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Surabaya, Gu Jingqi mengatakan, ingin memperkenalkan Tiongkok kepada masyarakat di Maluku. Sekarang ekonomi di Tiongkok adalah yang terbesar kedua di dunia.

“Ada banyak kerjasama yang bisa dibuat antara lain jalan, jembatan. Teknologi pembangunan jembatan dari Tiongkok adalah nomor satu di dunia. Di Surabaya perusahaan asal Tiongkok mendirikan jembatan Suramadu. Karena itu Maluku banyak pulau-pulau, kita lebih senang (berinvestasi),” jelasnya.

Selain, infrastruktur, sektor perikanan juga dilirik Tiongkok di Maluku. “Budidaya ikan di Tiongkok sangat baik teknologinya, PT. Tiongkok juga sudah investasi 1 miliar dollar di Semarang untuk perikanan budidaya,” sebut Gu Jingqi.

Dipilihnya Maluku untuk investasi, Gu Jingqi karenaa Maluk termasuk wilayah konsuler Konsulat Jenderal Tiongkok di Surabaya. “Maluku salah satu wilayah konsuler, pada kesempatan ini kami mengunjung Maluku untuk jalin persahabatan dan hubungan baik. Tindak lanjut dari pertemuan ini, akan kita undang Pak Wagub ke Tiongkok. Nanti akan diatur waktunya,” tandasnya.

Kbtr

LEAVE A REPLY