Mendagri Doakan Bupati Kukar Jadi Gubernur Kaltim di Acara Golkar

0
709
Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari
Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari

Jakarta, Nawacita – Mendagri Tjahjo Kumolo membeberkan dukungan konstitusi negara untuk perempuan dalam berpolitik saat menjadi pembicara di acara Partai Golkar. Pada kesempatan itu, Tjahjo mendoakan kader perempuan Golkar, Rita Widyasari Syaukani, bisa menjadi Gubernur Kalimantan Timur.

“Kita memperjuangkan kuota 30 persen dalam ranah partai politik, termasuk lembaga eksekutif, legislatif, yudikatif. Termasuk pemerintahan Pak Jokowi, kali ini terbanyak (formasi perempuannya),” ujar Tjahjo.

Hal tersebut disampaikan Tjahjo saat memberikan materi dalam acara Workshop Nasional DPP Golkar, yang dihadiri Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) di Hotel Sultan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Sabtu (26/8/2017). Di Indonesia sendiri memang ada kuota 30 persen bagi perempuan dalam politik yang, disebut Tjahjo, dapat dimaksimalkan.

Tjahjo melanjutkan, jika dibandingkan dengan negara lain, hanya Mesir yang bisa mengimbangi jumlah perempuan dalam susunan kabinetnya. Karena itu, partai politik diharapkan terus mendorong dan memberi dukungan kepada kader perempuannya. Tidak hanya di legislatif, tapi juga di eksekutif.

“Jadi mudah-mudahan, mari kita ikut mendoakan mudah-mudahan moderator kita, Ibu Rita ini bisa menjadi Gubernur Kalimantan Timur. Karena saya lihat calon-calon yang lain tidak ada yang dari perempuan,” singgung Tjahjo sambil memberi isyarat.

Rita sendiri memang menjadi moderator dalam acara diskusi ini. Golkar juga sudah menyatakan mengusung Rita dalam Pilgub Kaltim 2018.

Selain mendoakan Bupati Kutai Kartanegara itu, Tjahjo menyinggung kader Golkar perempuan lainnya, seperti Nurul Arifin. Jubir Golkar ini disebut-sebut akan maju sebagai calon Wali Kota Bandung.

“Mbak Nurul Arifin atau yang lain-lain mau maju di mana saya kira harus ada komitmen, harus ada political will dari partai politik untuk mendorong kader-kader perempuan untuk bisa tampil di semua lini,” tutur Tjahjo.

Tjahjo membeberkan, dari hasil pilkada serentak 2015-2016, nyaris tidak ada calon perempuan. Dia berharap Pilkada Serentak 2018 dan Pileg 2019 akan memunculkan banyak tokoh perempuan.

“Mudah-mudahan ke depan akan banyak muncul para calon-calon gubernur, wakil gubernur, wali kota, bupati, termasuk DPRD-nya dalam kontes kali ini,” tutur Tjahjo.

dtk

LEAVE A REPLY