Menperin Usulkan Bea Masuk Mobil Listrik Turun

0
469
Ilustrasi pengisian baterai mobil listrik
Ilustrasi pengisian baterai mobil listrik

Jakarta, Nawacita Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah menyusul regulasi soal pengembangan mobil listrik di Tanah Air. Salah satunya soal ketentuan bea masuk produk dan komponen mobil tersebut.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyatakan, pihaknya akan mengusulkan penurunan untuk bea masuk dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil listrik. Nantinya hal tersebut akan dibahas bersama dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

“Kita akan dorong berbasis pada bea masuknya. Kan dia basisnya kilowatt dan kilometer (km) per liter. Jadi targetnya di atas 30 km per liter untuk yang hibrida. Yang listrik akan kita permudah khusus untuk PPnBM, bea masuk maupun bea impor. Kita akan lebih rendah dari otomotif yang biasa. Dan ini angkanya kita akan bahas segera,” ujar dia di Kantor Kemenperin, Jakarta, Senin (28/8/2017).

Menurut Airlangga, usulan penurunan bea masuk dan PPnBM tersebut berlaku baik untuk komponen maupun produk mobil yang impor secara utuh ke Indonesia. Tujuan masuknya produk mobil listrik impor tersebut sebagai purwarupa (prototipe) dan melihat antusias pasar otomotif di dalam negeri.

‎”Keseluruhannya, jadi dalam bentuk IKD (incomplete knockdown), CKD (complete knockdown, maupun CBU (completely build up). Jadi ada tiga jenis. Di awal berbasis CBU, karena itu untuk prototyping dan tes pasar. (Tahap) Kedua, tentu berbasis CKD,” jelas dia.

Airlangga menyatakan, insentif berupa penurunan bea masuk dan PPnBM ini karena produsen komponen lokal untuk mobil listrik masih sangat sedikit. Sehingga untuk mendukung pengembangannya, pada tahap awal perlu didorong masuknya mobil listrik yang sudah diproduksi di negara lain.

“Jumlah lokal konten dari industri berbasis listrik itu berbeda dengan motor engine biasa, karena supliernya jauh lebih sedikit dan mesinnya lebih sederhana. (Tingkat Kandungan Dalam Negeru/TKDN?) Nanti kita akan bahas,” tandas dia.

lpt6

LEAVE A REPLY