Pemprov Jatim Tingkatkan Kerja Sama dengan Maroko

0
361
Saifullah Yusuf (Gus Ipul) Wakil Gubernur Jawa Timur berangkulan dengan Ouadia Benabdellah Dubes Maroko untuk Indonesia,
Saifullah Yusuf (Gus Ipul) Wakil Gubernur Jawa Timur berangkulan dengan Ouadia Benabdellah Dubes Maroko untuk Indonesia,

Nawacita – Pemerintah provinsi Jawa Timur akan meningkatkan kerjasama dengan pemerintah Maroko. Peningkatan ini fokus pada investasi dan sektor wisata.

“Selama ini kinerja perdagangan antara Jatim dan Maroko masih devisit bagi Jatim sehingga kedatangan Duta Besar Maroko ke sini harus dimanfaatkan dengan baik untuk meningkatkan kerjasama,” kata Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Wakil Gubernur Jawa Timur usai menerima kunjungan Ouadia Benabdella, Dubes Maroko untuk Indonesia, Jumat (25/8/2017).

Dari catatan yang ada, nilai ekspor dari Jawa Timur ke Maroko pada tahun 2015 sebesar US10,95 juta dolar kemudian meningkat di tahun 2016 menjadi US11,15 juta dolar dan hingga bulan Juni 2017 nilanya sudah mencapai 7,28 juta dolar.

Nilai ini tumbuh sebesar 35,90 persen pertahun, atau tumbuh sekitar 0,07 persen dari total ekspor dari Jawa Timur, dengan komiditas utama ekspor adalah bahan kimia organik, kopi, teh, rempah, serat stapel buatan, lemak dan minyak hewan, kapas, tali, kakao, perabot, penerangan rumah, benda dari batu dan semen

Meski ekspor terus meningkat, namun dibandingkan nilai impor barang dari Maroko jumlahnya masih devisit. Dari catatan yang ada nilai Impor dari Maroko pada tahun 2015 mencapai US91,78 juta dolar, kemudian pada tahun 2016 menjadi US45,39 juta dolar, dan pada tahun 2017 hingga bulan Juni jumlahnya sudah mencapai US17,87 juta dolar. Maroko saat ini tercatat sebagai negara ke 44 pengimpor barang ke Jawa Timur.

“Maroko adalah negara yang sudah lama mempunyai hubungan baik dengan Jatim khususnya segi pertukaran pelajar, budaya, maupun perdagangan, pariwisata dan investasi. Dengan Jatim, Konsul Kehormatan Maroko di Surabaya juga sudah ada,” kata Gus Ipul.

Pada tahun 2014, Gus Ipul dan tim ekonomi Jawa Timur juga pernah berkunjung ke Maroko. Dari kunjungan tersebut telah dirintis kerjasama sister province antara Jatim dengan Provinsi Tangier Maroko.

Sementara itu dalam kesempatan ini, Gus Ipul juga berharap pada Dubes Maroko agar mengundang para pengusaha untuk meningkatkan investasinya di Jawa Timur. Ada empat kemudahan yang akan diberikan yakni perizinan, persiapan tanah industrial estate, surplus power plan energi, serta iklim pekerja yang stabil.

Sementara itu, Ouadia Benabdellah mengatakan, Indonesia dan Maroko memiliki hubungan yang baik dari berbagai sisi termasuk hubungan politik. Kunjungan Wakil Gubernur Jawa Timur ke Maroko beberapa tahun lalu, diapresiasi sebagai bentuk perkuatan kerjasama.

“Kami ingin membuat hubungan yang semakin membaik dengan Jatim dalam berbagai hal. Salah satunya bekerjasama dengan Petrokimia Gresik,” kata dia.

ssby

LEAVE A REPLY