Sejumlah Pengusaha Garam Kemasan di Bekasi Megap-megap

0
460
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Bekasi, Nawacita – Sejumlah pengusaha garam di Kota Bekasi, Jawa Barat, mulai mengurangi jumlah pegawai. Seiring kelangkaan pasokan garam halus dari sejumlah daerah penghasil.

“Garam halus kami biasa dipasok dari Kabupaten Pati, Jawa Tengah, namun karena di sana kosong, kami beralih ke Makassar. Itu pun garam kasar,” kata pengusaha garam halus bermerk “Agung Sebayu”, Ratih (42) di Bekasi, Sabtu (29/7/2017).

Kegiatan usaha pengemasan garam di Kampung Bekasi Jati RT01/RW26, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, telah berjalan sejak sembilan tahun lalu.

Selama ini, Ratih, mengerahkan enam pegawainya untuk mengemas garam dan tujuh pegawai distribusi ke sejumlah warung di Kota Bekasi.

Akibat kelangkaan pasokan garam halus sejak beberapa pekan terakhir ini, Ratih terpaksa mengurangi jumlah pegawai. Tujuannya, ya pastilah agar tak tekor besar. “Mesin pengemasan garam halus saya sudah tidak terpakai. Saya juga sudah mengurangi pegawai yang mengemas garam menjadi dua orang dan yang mengirim ke warung jadi empat orang,” kata.

Ratih pun tak segan-segan turut tangan, ikut mengemas garam bersama dua pekerja, demi menjaga kelancaran distribusi. Kelangkaan garam halus di daerah Pati karena para petani di sana mengalami gagal panen, sementara pasokan dari daerah Makassar juga terbatas jumlahnya.

“Di Pati tidak ada panen, di sana hujan terus. Sekarang kami jual garam kasar saja. Kondisi itu pun membuat harga garam kasar di Kota Bekasi mengalami kenaikan harga cukup signifikan dari situasi normal. Dari Rp75 ribu per kwintal, sekarang sudah Rp275 ribu per kwintal,” paparnya.

Mahalnya harga garam itu memicu sejumlah konsumen beralih kepada merk lain yang lebih murah. “Tentunya ini berpengaruh pada penghasilan saya. Sekarang paling banyak mengantongi untung Rp5 ribu per karung, padahal biasanya bisa sampai Rp30 ribu per karung,” kata Ratih.

Sumber: berita jatim

LEAVE A REPLY