Pemerintah Perkuat Regulasi dan Infrastruktur AI, Menuju Ekonomi Digital Terbesar Asia
JAKARTA, Nawacita – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memperkuat regulasi, investasi infrastruktur, dan pengembangan talenta digital untuk mendorong Indonesia menjadi salah satu kekuatan baru kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) di Asia.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, mengatakan, Indonesia diproyeksikan menjadi ekonomi digital terbesar di Asia seiring pertumbuhan AI, investasi infrastruktur digital global, dan penguatan kebijakan AI nasional.
“Ekonomi digital Indonesia diproyeksikan melampaui PDB USD100 miliar pada tahun 2026 dan berpotensi mencapai antara USD220 miliar dan USD360 miliar pada tahun 2030 sehingga memposisikan Indonesia sebagai ekonomi digital terbesar di Asia,” ujar Nezar dalam forum diskusi bertajuk Financial Markets at the Crossroads: The Impact of AI and Geopolitical Risk di Jakarta Selatan.
Menurutnya, Kementerian Komdigi tidak hanya berperan sebagai fasilitator, tetapi juga akselerator dan pelindung dalam pengembangan ekosistem AI nasional. Nezar Patria menjelaskan terdapat tiga pilar utama kebijakan AI nasional yang tengah disiapkan pemerintah.
Baca Juga: Kemkomdigi Desak Platform Global Buka Kapasitas Pengawasan Konten di Indonesia
Pilar pertama adalah penyusunan regulasi yang menyeimbangkan inovasi dan perlindungan melalui penguatan prinsip transparansi, akuntabilitas, keamanan, serta kesesuaian dengan nilai budaya Indonesia.
“Pemerintah saat ini sedang menyelesaikan dua instrumen kebijakan penting, yaitu peta jalan AI nasional dan peraturan presiden tentang etika AI. Prinsipnya sederhana namun tegas. Platform AI harus menjunjung tinggi transparansi, akuntabilitas, dan keamanan sambil tetap selaras dengan nilai-nilai budaya Indonesia,” jelasnya.
Pilar kedua adalah penguatan infrastruktur digital nasional melalui investasi pusat data dan layanan komputasi awan (cloud infrastructure).
Wamen Nezar mengungkapkan saat ini Indonesia memiliki 185 pusat data dengan total kapasitas 274 megawatt (MW) dan ditargetkan meningkat hingga lebih dari 2.000 MW pada 2029.
Ia menyebut sejumlah perusahaan teknologi global telah menanamkan investasi di Indonesia, termasuk Microsoft yang berkomitmen membangun infrastruktur cloud senilai USD1,7 miliar.
Selain itu, NVIDIA dan Amazon juga disebut kembali menegaskan komitmen investasi digitalnya di Indonesia. Pilar ketiga adalah pengembangan talenta digital yang inklusif guna mendukung pertumbuhan industri AI nasional.
Menurut Wamenkomdigi Nezar Patria, pembangunan infrastruktur digital tidak akan optimal tanpa dukungan sumber daya manusia yang kompeten. “Infrastruktur kelas dunia tidak akan banyak nilainya tanpa sumber daya manusia yang mumpuni. Indonesia saat ini menghadapi kesenjangan talenta digital sekitar 3 juta orang, sebuah urgensi yang tidak dapat diabaikan,” pungkasnya. (Kemkomdigi)

