Dari Hama Jadi Berkah, Mahasiswa UNAIR Olah Keong Sawah untuk Bantu Petani Sidoarjo
Sidoarjo, Nawacita.co – Hama keong sawah yang selama ini menjadi momok bagi petani di Desa Semambung, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, justru disulap menjadi produk bernilai ekonomi oleh mahasiswa Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Universitas Airlangga (UNAIR).
Melalui program Desa Binaan 3.0 Team I, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FTMM UNAIR menghadirkan inovasi pemanfaatan keong sawah menjadi bionutrient dan serbuk kalsium sebagai solusi bagi persoalan pertanian sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Presiden BEM FTMM UNAIR, Aida, mengatakan program tersebut dirancang sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat melalui pendidikan, inovasi, dan pemberdayaan yang berkelanjutan.
“Desa Binaan FTMM 3.0 Team I diharapkan membawa perubahan positif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Semambung,” ujarnya.
Baca Juga: KKN di Bojonegoro, Mahasiswa UNAIR Didorong Hadirkan Inovasi Desa
Tak hanya menawarkan inovasi pengolahan keong sawah, tim mahasiswa juga memperkenalkan fermentor pintar yang dilengkapi sensor pH otomatis, sistem pengaduk otomatis, serta fitur pemantauan melalui telepon genggam. Teknologi ini diharapkan mempermudah warga dalam memproduksi bionutrient secara mandiri.
Program turut diperkuat dengan edukasi sistem tanam aeroponik, pengenalan Biosaka Market, hingga pembagian 50 pot mini lengkap dengan bibit dan media tanam kepada warga.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, tim bekerja sama dengan Puskesmas Pembantu Desa Semambung mengadakan pemeriksaan kesehatan gratis yang meliputi pengecekan tekanan darah, kadar gula darah, berat badan, dan tinggi badan.
Kepala Desa Semambung, Jainuri, mengapresiasi kontribusi mahasiswa yang tidak hanya berbagi ilmu, tetapi juga meninggalkan teknologi berupa fermentor canggih dan perangkat sistem tanam aeroponik sebagai hibah bagi desa.
Program Desa Binaan 3.0 ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pengentasan kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, dan pelestarian ekosistem daratan melalui inovasi berbasis kebutuhan masyarakat.
Reporter: Alus


