Tabu yang Dipentaskan: UK Petra Angkat Isu Pelecehan Seksual Laki-laki
SURABAYA, Nawacita – Petra Theatre Universitas Kristen (UK) Petra mengangkat isu pelecehan seksual terhadap laki-laki melalui pementasan teater berbahasa Inggris bertajuk “The Chain”. Pementasan ini digelar di Blackbox Studio, Gedung Q lantai 7 Kampus Universitas Kristen Petra pada Jumat (22/5/2026).
Lakon berdurasi 30 menit tersebut mengisahkan Andrew, remaja 16 tahun yang terjebak dalam lingkar kekerasan di keluarga angkatnya. Di tengah tekanan dan trauma, ia juga berusaha melindungi adik perempuannya dari pengalaman serupa.
Pimpinan Produksi “The Chain”, Shintia Adiningsih Wigati mengatakan teater dipilih sebagai medium untuk membuka ruang diskusi mengenai kesehatan mental dan trauma keluarga yang selama ini kerap dianggap tabu, terutama pada korban laki-laki.
“Teater punya kekuatan untuk menjembatani isu sosial yang sulit dibicarakan secara langsung. Kami ingin mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan mental dalam keluarga,” ujarnya.
Baca Juga: Petra Parade 2026 Hadirkan Simulasi Seru, dari Dental Detective hingga DKV Kreatif
Tak hanya menampilkan pertunjukan, Petra Theatre juga menghadirkan sesi diskusi bersama psikolog UK Petra untuk membahas trauma, relasi keluarga, hingga upaya memutus rantai kekerasan.
Pementasan ini merupakan hasil kolaborasi mahasiswa lintas program studi di UK Petra. Naskah “The Chain” sendiri lahir dari kelas Craft of Playwriting Program English for Creative Industry (ECI) dan menjadi salah satu karya terpilih yang diproduksi Petra Theatre tahun 2026.
(Alus)

