Sering Delay, Begini 3 Instruksi Kemenhub untuk Lion Air

0
517
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi

Jakarta, nawacita – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengeluarkan tiga rekomendasi untuk evaluasi maskapai Lion Air.
Evaluasi tersebut terkait delay yang dialami Lion Air dalam sepekan terakhir. Ketiga rekomendasi itu meliputi penambahan cadangan pesawat (standby pesawat), penyempurnaan manajemen air crew serta kesiapan sistem informasi kepada penumpang atau customer service. Kementerian Perhubungan memberikan batas waktu kepada Lion Air untuk memenuhi tiga rekomendasi tersebut dalam waktu dua bulan.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso mengatakan, rekomendasi tersebut dikeluarkan setelah pihak Kementerian Perhubungan memanggil manajemen Lion Air guna mengklarifikasi mengenai tertundanya sejumlah penerbangan dalam sepekan terakhir. Delay terkini terjadi di Bandara Juanda Surabaya akibat melubernya avtur di pesawat Lion Air jenis Boeing 737- 900 pada Sabtu (1/4) lalu.

”Dari pemanggilan itu, sebagaimana dipimpin Bapak Menhub (Budi Karya Sumadi), kami keluarkan tiga rekomendasi yang terkait keselamatan, keamanan, serta layanan penumpang. Adapun mengenai avtur, kami akan investigasi lebih lanjut,” kata Agus saat jumpa pers di Jakarta kemarin. Dia menjelaskan, manajemen kru udara ditetapkan dengan jumlah minimum set kru satu berbanding 3,5 atau satu pesawat 3,5 kru pesawat. ”Namun ini minimum, kami berharap bisa lebih,” kata Agus.

Dia menambahkan, pengaturan rotasi kru pesawat juga harus diperhatikan sehingga mampu meningkatkan kinerja. Di antara perbaikan yang diminta adalah jadwal rotasi kru dengan jam kerja tidak melampaui batas. ”Dengan kata lain, Lion Air perlu membuat manajemen kru udara sehingga tidak ada alasan delay begitu penumpang sudah boarding,” ujarnya. Pada rekomendasi lainnya, Kemenhub meminta Lion Air agar selalu menyiapkan cadangan pesawat guna mengantisipasi apabila ada pesawat yang dijadwalkan terbang mengalami masalah.

”Ini sudah kami rekomendasikan kepada setiap maskapai. Kami tekankan sekali lagi kepada Lion Air, kalau pesawat cadangan tidak bisa terbang karena wilayah atau bandaranya tidak memungkinkan, maka harus ditambah atau penempatannya harus sesuai di bandara-bandara tertentu,” sebutnya. Adapun terkait rekomendasi layanan customer service ditujukan agar penumpang mendapatkan hak informasi status penerbangan dan hal-hal lainnya. ”Masalah delay itu terkait faktor internal maupun faktor eksternal, karena itu masyarakat dalam hal ini perlu tahu,” ujar dia.

Direktur Operasional Lion Air Daniel Putut Kuncoro Adi berjanji memenuhi tiga rekomendasi tersebut. Menurutnya, saat ini kekuatan kru pesawat Lion Air sudah sesuai berdasarkan aturan satu pesawat berbanding 3,5 kru. ”Ternyata ini masih kurang dengan frekuensi terbang Lion, maka akan kami naikkan indeksnya menjadi satu pesawat berbanding lima kru,” ujar dia.

Sementara, mengenai penambahan cadangan pesawat, akan dilakukan sesuai dengan kapasitas bandara-bandara yang disinggahi. ”Kalau ada yang bisa menampung pesawat berbadan lebar akan disesuaikan,” katanya.

Adapun terkait rekomendasi mengenai customer service akan dilaksanakan dengan menyempurnakan unit layanan yang ada, termasuk menyiapkan kompensasi sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri No89 Tahun 2015.

”Kami akan membuat unit pengaduan di setiap bandara. Jadi, unit ini selalu siap melakukan pelayanan terhadap customer,” katanya. Daniel juga menambahkan, Lion Air akan melakukan investigasi internal akibat kejadian melubernya avtur di pesawat Boeing 737-900. Investigasi tersebut dilakukan bersama perwakilan dari pabrikan pesawat.

Engineering kami langsung mengeluarkan instruksi untuk melakukan pemeriksaan pada semua pesawat yang kami miliki. Sebab kejadian ini (over fuel) baru pertama kali terjadi di pesawat operasional kami,” pungkasnya.

sumber : okezone

LEAVE A REPLY