Dua Menteri Buka E-Warung di Surabaya

0
1016

 

SURABAYA, nawacita – Program warung elektronik atau e-Warung terus dikembangkan di Jawa Timur. setelah di Sidoarjo, kemarin e-warung resmi dibuka oleh Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dan Menteri BUMN Rini Suwandi di pemukiman sekitar Pondok Pesantren Sidoresmo Surabaya.

Mensos Khofifah menjelaskan, dengan adanya e-warung ini dapat dimanfaatkan para penerima bansos PKH (Program Keluarga Harapan) dan masyarakat umum. Sehingga bantuan social dari pemerintah dapat terukur, efektifitas, Ketepatan bantuan dan tidak ada kemungkinan bantuan dipotong atau di downgrade kualitasnya. “Karena mereka menerima dalam bentuk e-payment. Sehingga mereka bisa menerima sesuai yang bisa dikonfersikan di e-warung,” jelas Khofifah didampingi Menteri BUMN Rini Suwandi usai meresmikan e-warung di Sidosermo RW IV Surabaya, kemarin.

Khofifah berharap, w-warung ini bisa memudahkan masyarakat penerima bansos. Apalagi e-warung ini adalah improvment yang sudah dikonfersikan antar lembaga Negara baik itu kementerian maupun BUMN. “Sekarang ini sudah ada empat item bansos yang bisa disenergikan. Ada pupuk, elpiji, beras ada PKH. Bisa transaksi di e warung,” jelasnya.

Berikutnya, pemerintah akan mengkoordinasikan bantuan listrik bersubsidi. Rencananya pada peluncuran proses e-warung berikutnya. “Kami berharap ada bantuan-bantuan pemerintah yang bisa disinergikan dengan adanya e warung,” tandansya.

Menurut Khofifah, e-warung ini akan menjadi pintu masuk  bagi masyarakat dengan status ekonomi terendah (miskin) mulai bermimpi punya warung elektronik yang memiliki captive market (pelanggan) yang sudah teregistrasikan. Ditambah lagi, e-warung sudah punya badan hukum dalam bentuk koperasi masyarakat Indonesia sejahtera. “Jadi kita sudah menghitung pada aspek legalistas e-warung ini. Pemilik e-warung jangan kuatir ini kolaps karena akan dibina terus,” jelasnya.

Di Jawa timur, e warung bekerjasama dengan BNI untuk system pembayarannya dengan Mesin EDC (Elektronik Data Capture). “BNI Setiap bulan akan melakukan bimbingan dan teknis, ngecek mesin EDC, ngecek kertas yang untuk print out dan mengecek bagaiamana kemampuan manajerial skill pengelola e-warung,” tandansya.

Khofifah juga menjelaskan, penerima Bansos PKH dengan anak sekolah SMA mendapat Rp 1 juta setahun, kemudian keluarga yang memiliki Bayi, balita atau sedang hamil Rp1,2 juta/tahun. Bantuan itu empat kali cair dalam setahun. Kemudian bantuan raskin setara dengan 110 ribu. Dan kita minta Bulog agar mengirim supplai dalam bentuk bulk atau karung. Sehingga nantinya masyarakat di sekitar e-warung ini yang melakukan repacking. “Bisa dibayangkan, masyarakat yang di dekat rumahnya ada e-warung ini akan merasakan peningkatan ekonomi,” pungkasnya.

sumber : surabayapagi.com

LEAVE A REPLY