Garda Bangsa Ungkap Jumlah Buta Huruf di Jatim

0
763
SURABAYA, nawacita – Ditengah gencarnya pendidikan gratis dan dana triliunan untuk pendidikan, Gerakan Pemuda Kebangkitan Bangsa (Garda Bangsa) menemukan sejumlah data tentang masyarakat yang belum bisa baca tulis alias buta huruf. Di Surabaya saja,  banyak kalangan anak-anak belum bisa baca dan tulis (buta huruf) dan tidak sekolah. Tidak cuma Surabaya, kabupaten/kota lain di Jawa Timur juga diketahui masih banyak warga yang buta huruf.
Ketua DKW Garda Bangsa Jatim, Ka’bil Mubarok mengungkapkan, banyak warga di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Keputih, terutama pada anak-anak belum bisa baca tulis. Hal ini merupakan salah satu contoh kecil bahwa di kota metropolis saja masih banyak generasi muda yang buta huruf. Kabil menilai, Program pendidikan gratis belum dikatakan berjalan maksimal di seluruh sudut kota sebesar Surabaya. “Ternyata masih banyak masyarakat Surabaya yang belum bisa baca tulis, ini perlu mendapat perhatian serius pemerintah,” kata Ka’bil ketika melakukan serap aspirasi bersama warga di sekitar TPA Keputih Surabaya, Senin (8/8/2016).
Kabil meyakini, sebagian besar penduduk di Surabaya yang tidak tertangani masalah pendidikan ada yang dari luar kota Surabaya. Namun mereka sudah bertahun-tahun tinggal di kota Surabaya namun belum puna KTP Surabaya. Ini yang kemudian menyulitkan mereka untuk mendapat pendidikan yang layak. “Pemkot seharusnya sering sosialisasi dan mempermudah warga yang sudah lama tinggal di Surabaya, untuk memiliki identitas sebagai warga Surabaya. Dengan begitu, dapat memanfaatkan pendidikan gratis,” minta Kabil yang kemarin ditemani Sekteratis Garda Bangsa Chusainudin dan sejumlah gadis-gadis cantik kader Garda Bangsa.
Garda Bangsa mendengar dan melihat keluhan rakyat.
Garda Bangsa mendengar dan melihat keluhan rakyat.
Selain Surabaya, politisi asal PKB itu meyakini angka buta huruf di Jatim juga tinggi. Jika dikalkulasi pada tahun 2016, di Jatim angka buta huruf mencapai 1,7 juta orang. Ia juga mendesak kepada Pemerintah kabupaten/kota lainnya melakukan program yang bisa diterima masyarakat, terutama pendidikan anak. Pada 2017 mendatang, pemerintah kabuppaten/kota harus ada anggaran cukup untuk pendidikan anak. Dengan begitu, semakin tahun warga yang belum bisa baca tulis huruf bisa menurun. “Kami akan koordinasikan dengan Dinas PEndidikan Jawa Timur, agar data anak buta huruf bisa segera tertangani,” pungkasnya. ono

LEAVE A REPLY