Dirut PLN Protes Disebut Pembangkang

0
587

JAKARTA,nawacita – Direktur Utama PT PLN (Persero), Sofyan Basir tak memungkiri bahwa pihaknya mencari keuntungan dalam menjalankan roda kegiatan bisnis. Meski demikian, Ia menyebut bahwa semua keuntungan tersebut juga dikembalikan kepada kepentingan negara.

“Ya pasti lah. Kembali kepada kepentingan negara. Kan kita dapat PMN. Jadi modal untuk kita berjalan itu, PMN. Juga kita punya laba yang ditahan, nah itu semua kita untuk berinvestasi,” kata Sofyan saat dihubungi wartawan, Jumat 22 Juli 2016.

Ia mengatakan, bahwa pihaknya menggunakan modal kerja dari pengenaan tarif listrik kepada masyarakat. Sementara, untuk Investasi bisa dari berupa pinjaman, PMN dan laba ditahan.

“Karena kan kita selama ini mendukung ESDM itu agar proyek PLN harus jalan sesuai dengan waktunya. Dalam arti, harus cari uang. Cari uang itu bisa pinjam, bisa laba yang ditahan. Kalau enggak ada laba kan enggak bisa mengerjakan proyek,” kata dia.

Ia juga berkomentar terkait dengan tudingan kepada dirinya yang dianggap sering memprotes kebijakan pemerintah. Ia membantah hal tersebut, bahwa selama ini dia selalu berusaha melaksanakan kebijakan pemerintah.”Enggak lah. Enggak gitu lah, Ya dilaksanakan,” kata dia.

Seperti diberitakan sebelumnya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said menyesalkan kebijakan PT PLN (Persero) dalam penentuan tarif Pembangkit Listrik Mikro Hidro (PLTMH) secara sepihak.

Kebijakan penentuan tarif yang dilakukan PLN tak sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 19 Tahun 2015. PLN justru mengeluarkan Surat Edaran PLN Nomor 0497/REN.01.01/DIT-REN/2016 dengan tarifnya berbeda.

Sudirman juga menyebut bahwa Sofyan Basir agar jangan mencari untung dalam menjalankan perannya sebagai Direktur Utama PLN. Hal ini pun telah disampaikan Sudirman kepada Menteri BUMN, Rini Soemarno.

“Saya sudah sampaikan ke Bu Rini, jangan men-drive PLN sebagai pencari uang, PLN ini beda dengan korporasi,” kata Sudirman.

sumber: viva news

LEAVE A REPLY