Pak Jokowi Tinjau Enam Mobile Power Plant Di Sumatera

0
538

Pangkal Pinang,nawaCita – Presiden Joko Widodo melakukan ground breaking enam pembangkit Mobile Power Plant (MPP), yang mana menggunakan Pembangkit Listri Mesin Gas (PLTMG) dengan total kapasitas 350 Mega Watt (MW) sehingga akan memperkuat system kelistrikan Regional Sumatera.
Kunjungan ini adalah kunjungan pertama Presiden dalam rangkaian peninjauan progress program 35.000 MW. Keenam pembangkit tersebut diantaranya MMP Bangka dengan 2×25 MW, MPP Belitung dengan 1×25 MW, MMP Paya Pasir Medan dengan 3×25 MW, MPP Nias dengan 1X25 MW, MPP Balai Pungut Duri dengan 3×25 MW dan MPP Tarahan Lampung dengan 4×25 MW.
Presiden RI Joko Widodo di MPP Air Anyir, Bangka, Senin (1/6), dalam sambutannya menyatakan bahwa Bangka Belitung merupakan salah satu prioritas pembangunan infrastruktur kelistrikan. Untuk itulah melaui pembangunan MPP ini, diharapkan kebutuhan listrik di Bangka dan Belitung akan segera bisa terpenuhi.
Presiden Jokowi menambahkan bahwa pemerintah saat ini ingin fokus dalam upaya peningkatan infrastruktur kelistrikan, namun dirinya berharap agar masyarakat bersabar, mengingat untuk membangun sebuah pembangkit bukanlah hal mudah dan membutuhkan waktu lama.
“Misalnya saja pembangunan sebuah PLTU bisa memakan waktu 3-5 tahun,” ujar Jokowi.
Sementara itu dalam sambutannya, Direktur Utama PLN, Sofyan Basir, menyatakan bahwa sesuai dengan nawacita yang dituangkan dalam program 35.000 MW, pemilihan pembangkit jenis MPP untuk percepatan rasio elektrifikasi di Regional Sumatera dirasa tepat, mengingat waktu pembangunan pembangkit MPP yang relatif singkat.
Lebih dari itu, pembangkit ini juga menggunakan gas sebagai bahan bakar sehingga lebih ramah lingkungan.
Keenam pembangkit ini pun ditargetkan akan beroperasi akhir tahun ini.
Sistem kelistrikan Sumatera pada 2016 sendiri terdiri dari sistem Sumatera Bagian Utara yang melayani Provinsi Aceh dan Provinsi Sumatera Utara; sub sistem Sumatera yang melayani Provinsi Riau, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan dan Lampung; sistem kelistrikan Bangka Belitung dan sistem kelistrikan Kepulauan Riau serta system isolated seperti Nias, Mentawai, dan pulau-pulau kecil lainnya.
Sistem Sumatera Bagian Utara saat ini memiliki beban puncak sebesar 2.090 MW dan daya mampu sebesar 2.327 MW dengan cadangan daya 237 MW atau sekitar 11%. Sementara sistem Sumatera Bagian Selatan dan Tengah, beban puncaknya adalah 2.041 MW dan daya mampu pembangkit 2.827 MW dengan cadangan daya 426 MW atau sekitar 15%.
Diharapkan pada 2017 nanti sistem Sumatera sudah terhubung dengan jaringan 275 kilo-Volt (kV) dan dengan mulai beroperasinya pembangkit-pembangkit baru diprediksi cadangan listrik bisa mencapai 32%.
Selanjutnya, diharapkan dengan penambahan 11.000 MW pembangkit baru program 35.000 MW serta jaringan transmisi 500 kV yang menghubungkan Sumatera Selatan dan Sumatera Utara sampai Aceh sepanjang 1.300 kilometer (km) yang diharapkan bisa selesai pada 2019.
Hingga nantinya, sistem Sumatera semakin kuat dan dapat melayani semua pelanggan, termasuk pelanggan besar dan industri, serta menaikkan rasio elektrifikasi 86% pada 2016 menjadi 98% pada 2019.
“PLN berkonsentrasi penuh untuk menjalankan amanah pemerintahan Jokowi-JK melalui Program 35.000 MW. Target kami untuk Regional Sumatera pada 2016 ini akan men-supply daya pasok hingga 6.036 MW. Untuk itu, diharapkan adanya cadangan daya untuk Sumatera, yakni sebesar 1.615 MW. Sementara untuk Lampung, target kami untuk daya pasok sebesar 1.068 MW, dan diharapkan adanya cadangan daya hingga 172 MW,” ujar Sofyan.
Sementara itu, enam pembangkit MPP berkapasitas 350 MW ini akan disebar ke seluruh Regional Sumatera. Untuk Wilayah Bangka dan Belitung, bertambahnya tiga MPP dengan total kapasitas 75 MW akan memperkuat sistem kelistrikan Bangka Belitung.
Adapun daya mampu pada sistem kelistrikan Bangka saat ini adalah 142 MW, sedangkan beban puncak rata-ratanya sebesar 130 MW. Sementara itu, daya mampu Belitung saat ini adalah 42 MW dengan beban puncak rata-rata 36 MW.
Bertambahnya kapasitas pembangkit ini akan membuat pasokan listrik di Bangka dan Belitung semakin handal, di mana jika ada pemeliharaan terhadap salah satu pembangkit, pasokan listrik masih mencukupi.
Listrik memiliki peranan vital dan strategis karena berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat dan sebagai penunjang pembangunan. Dengan dibangunnya pembangkit MPP, diharapkan listrik di Regional Sumatera menjadi lebih handal, aman, cukup pasokan dan ramah lingkungan. Untuk itu, pembangunan kelistrikan harus terus berjalan.
Melihat potensi pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung menunjukkan bahwa kawasan ini masih menjadi destinasi terbaik, khususnya pariwisata. beberapa rencana pemerintah terkait pembangunan dan pengembangan kelistrikan di Bangka Belitung mencakup percepatan pembangunan pembangkit baru adalah salah satu target PLN untuk melakukan pelayanan yang terbaik bagi pelanggan.
Dengan kecukupan pasokan listrik yang memadai sehingga pertumbuhan ekonomi masyarakat pun menjadi lebih baik dan terjadi peningkatan kualitas hidup seperti pada pendidikan dan perkembangan informasi yang pesat kemajuannya.sumber : tribun news

LEAVE A REPLY