Revitalisasi Pasar Rakyat Mulai Terwujud

0
717
Pedagang sayuran melayani calon pembeli di Pasar Tradisional, Cikurubuk, Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (5/8). Pasca Lebaran harga komuditas sayuran di Tasikmalaya berangsur turun setelah mengalami kenaikan saat Lebaran. Cabe merah dari harga Rp 25.000 manjadi Rp 20.000 per kilogram, bawang merah Rp 25.000 menjadi Rp 20.000 per kilogram, tomat Rp 10.000 menjadi Rp 6.000 per kilogram. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/ss/mes/14

Purwokerto, Jawa Tengah – Menteri Perdagangan Thomas Lembong menyatakan salah satu poin dalam Nawacita pemerintah untuk membangun atau merevitalisasi 5.000 pasar rakyat hingga 2019 mulai terwujud dengan diresmikannya Pasar Manis Purwokerto tahap I oleh Presiden Joko Widodo.

“Janji Nawacita telah kami tunaikan dengan baik. Peresmian Pasar Manis Purwokerto ini istimewa, Presiden Joko Widodo pada tahun lalu meletakkan batu pertama pembangunan pasar ini dan mencanangkan program Nawacita 5.000 pasar,” kata Thomas, saat menyampaikan sambutannya di Pasar Manis Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Rabu (4/5/2016).

Thomas mengatakan, tahun 2015 pemerintah menargetkan untuk melakukan revitalisasi pasar rakyat sebanyak 1.017 buah, yang tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Kementerian Perdagangan tahun 2015, dari target pembangunan pasar sebanyak 1.017 unit tersebut, terdiri atas 182 pasar dibangun melalui dana TP dan 770 pasar melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).

Selain itu, Kementerian Koperasi dan UKM juga ditargetkan untuk membangun sebanyak 65 pasar. “Target ini terealisasi sebanyak 1.002 pasar, 175 unit dibangun melalui Dana TP Kemendag, 762 unit melalui DAK, dan sebanyak 65 unit dari Kementerian Koperasi dan UKM,” kata Thomas.

Sementara itu di 2016, Kemendag menargetkan pembangunan pasar sebanyak 1.000 unit terdiri atas 220 pasar melalui dana TP dan 695 pasar melalui DAK. Kementerian Koperasi dan UKM juga menargetkan membangun sebanyak 85 pasar.

Pada pelaksanaannya, pembangunan pasar melalui dana TP telah terlaksana sebanyak 168 pasar, dan dari DAK sebanyak 695 pasar di kabupaten-kota. Dengan demikian, dari total rencana 1.000 unit pasar, baru dapat dialokasikan pembangunan 863 unit pasar. Sedangkan untuk memenuhi kekurangannya, akan diusulkan ke Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro.

“Dari 168 pasar penerima dana TP tersebut, sebanyak 70 unit telah melaksanakan proses lelang sehingga proses pembangunan dapat segera dilakukan mengingat DIPA pembangunan Pasar telah diterbitkan,” kata Thomas.

Manfaat

Pada peresmian Pasar Manis tersebut, Thomas menyampaikan pentingnya pemanfaatan pasar bagi pedagang dan masyarakat. Terlebih, jika pasar rakyat tersebut bersih dan modern, maka akan banyak konsumen yang datang dan meningkatkan transaksi serta omzet pedagang akan bertambah.

“Pendapatan ikut meningkat, sehingga ekonomi daerah ikut tergerak seiring produksi yang meningkat,” ujar Thomas.

Selain itu, Thomas menambahkan, pasar dapat difungsikan secara optimal jika dana yang dialokasikan kepada Pemerintah Daerah untuk membangun pasar digunakan sesuai peruntukannya sehingga memberikan manfaat bagi para pedagang.

Pembangunan atau revitalisasi 5.000 pasar pada 2015 hingga 2019 diprioritaskan atau diutamakan bagi pasar yang telah berumur lebih dari 25 tahun, pasar yang mengalami bencana kebakaran, pasca bencana alam, pasca konflik sosial, pasar di daerah tertinggal, perbatasan, serta daerah yang minim sarana perdagangannya, atau yang memiliki potensi perdagangan besar.

 

Melalui Permendag No. 61/M-DAG/PER/8/2015 tentang Pembangunan dan Pengelolaan Sarana Perdagangan, pemerintah telah menentukan pedoman revitalisasi pasar tradisional yang memegang empat prinsip.

Prinsip yang diutamakan dalam merevitalisasi pasar rakyat tersebut adalah revitalisasi fisik, yaitu upaya perbaikan dan peningkatan fisik pasar rakyat yang berpedoman pada standar fisik dan desain prototype. Kemudian, revitalisasi manajemen, yaitu upaya menciptakan pengelola pasar rakyat yang profesional, modern, dan transparan.

Selain itu, revitalisasi sosial budaya, yaitu upaya mewujudkan lingkungan pasar rakyat yang kondusif dan nyaman dan revitalisasi ekonomi, yaitu upaya meningkatkan daya saing dan omzet, serta menjaga stok guna menjaga kestabilan harga barang kebutuhan pokok yang dapat memberikan efek ganda di sektor produksi.

Kemudian, pendekatan revitalisasi tersebut telah secara detail dituangkan dalam persyaratan SNI Pasar Rakyat melalui Permendag No. 61/M-DAG/PER/8/2015 dimaksud. Walaupun SNI ini belum diwajibkan, sebagian besar pasar yang dibangun atau direvitalisasi telah berpedoman kepada ketentuan ini.

Dalam kesempatan kali ini, Thomas mendampingi Presiden Jokowi untuk meresmikan sejumlah pasar di Jawa Tengah yaitu Pasar Manis Purwokerto Kabupaten Banyumas, Pasar Giwangretno Kebumen, serta Pasar Krendetan di Purworejo. Dana revitalisasi pasar rakyat tahun 2015 untuk Jawa Tengah berasal dari dana Tugas Pembantuan (TP) sebesar Rp 109,8 miliar untuk tujuh pasar rakyat.

Sumber : antaranews.com

Teks Foto : Suasana pasar tradisional di Aceh (ilustrasi).

LEAVE A REPLY