Anak Berkotor Ria Ternyata Sehat

0
633

NAWACITA.CO – Di era modern ini, bukan hanya orang dewasa atau lanjut usia saja yang dapat menderita penyakit kronis tapi juga anak-anak.

Penyakit kronis seperti diabetes, alergi, dan attention deficit disorder (ADHD) meningkat di kalangan anak-anak Amerika. Meningkatnya penyakit kronis ini disebabkan anak-anak terlalu bersih karena orangtua tidak membiarkan anak bermain kotor-kotoran, demikian menurut Maya Shetreat-Klein, MD, ahli saraf anak di New York City.

“Selama ini ada pemikiran umum bahwa anak-anak tidak boleh kotor. Kita jadi sangat protektif pada anak, padahal kebutuhan untuk melindungi anak bisa jadi bumerang,” ujar Maya.

Menurutnya, ada berbagai studi yang menemukan bahwa anak-anak yang menghabiskan waktu bermainnya di luar rumah ketimbang di dalam rumah, mampu mengerjakan ujian lebih baik di kelas.

Selain itu gejala ADHD dan stres juga berkurang, dan risiko obesitas menurun. “Mereka cenderung memiliki penglihatan yang lebih baik daripada mereka yang menghabiskan waktunya di dalam ruangan,” jelas Maya.

Sayangnya, orangtua masa kini kerap berpikir bahwa anak-anak harus bersih. Kita mengamankan segala sesuatu, dari rumah, mobil, hingga mainan anak. Tas keperluan anak selalu dilengkapi sabun, tisu basah, dan hand sanitizer. Kita terjebak dalam kebiasaan melarang anak bermain kotor, dan mencoba membasmi dunia anak dari kuman demi melindungi mereka.

Saat tangan anak terpapar kotoran, entah itu tanah, sisa makanan, atau debu, kita langsung berusaha membersihkannya agar anak tidak terpapar kuman. Kita juga dengan mudahnya menebus obat-obatan antibiotik karena khawatir anak terpapar kuman dan bakteri.

Padahal, kembali Maya mengatakan, anak-anak menjadi alergi dan rentan terserang asma atau penyakit autoimun justru karena tidak cukup terpapar bakteri.

Berbagai data menunjukkan bahwa sistem kekebalan tubuh kita akan berfungsi dengan baik ketika kita terpapar mikroba, organisme, dan juga keanekaragaman pola makan dan lingkungan. Paparan tersebut bisa melalui saluran pencernaan, hidung, atau sistem pernapasan.

LEAVE A REPLY