Thursday, June 18, 2026

BPBD Kaltim Edukasi Siswa Sigap Hadapi Bencana

BPBD Kaltim Edukasi Siswa Sigap Hadapi Bencana

Samarinda, Nawacita | BPBD Kaltim mengedukasi para siswa tingkat SMA/SMK agar memiliki kemampuan dasar untuk sigap dalam menghadapi potensi ancaman bencana.

“Edukasi kesiapsiagaan sejak dini merupakan investasi jangka panjang untuk mewujudkan sekolah yang kuat serta siap selamat saat menghadapi kondisi darurat,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan di Samarinda, Selasa (16/6/2026).

Upaya mitigasi berkelanjutan tersebut diwujudkan melalui Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di lingkungan sekolah secara bergilir, seperti yang baru-baru ini diselenggarakan di lingkungan SMA Negeri (SMAN) 3 Samarinda.

Di sekolah tersebut sebanyak 200 pelajar mengikuti kegiatan pembekalan kesiapsiagaan tersebut dengan antusias bersama para tenaga pendidik setempat.

Baca Juga: Jaga Ketahanan Iklim, Pemprov Kaltim Perkuat Pengelolaan dan Perlindungan Mangrove

“Kami tidak hanya memberikan materi teori di dalam kelas, tetapi juga mengajak seluruh peserta untuk langsung terjun melakukan simulasi lapangan secara komprehensif,” ujar Buyung.

Pelatihan taktis yang diberikan kepada para pelajar mencakup tata cara evakuasi mandiri dengan tertib dan cepat saat alarm situasi darurat berbunyi.

Selain itu peserta juga diajarkan teknik memadamkan api menggunakan metode tradisional serta mempraktikkan cara penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sesuai standar keamanan.

“Melalui simulasi langsung yang intensif ini, kami berharap dapat membangun pola pikir pelajar yang senantiasa tanggap, cepat, sigap, dan berani bertindak benar,” ucap Buyung.

Baca Juga: Wagub Ikuti PAKU Integritas 2026, Komitmen Pemprov Kaltim Perangi Korupsi

Pemprov Kaltim menilai keterampilan praktis seperti ini sangat penting dimiliki oleh generasi muda di tengah potensi risiko kedaruratan yang bisa terjadi kapan saja.

“Dengan bekal keterampilan praktis dari SPAB ini, setiap siswa mampu memosisikan diri sebagai agen perubahan yang menularkan kesadaran risiko bencana di lingkungan sekolah maupun keluarga,” kata Buyung.

Menurut dia, menciptakan lingkungan pendidikan yang benar-benar tangguh dan aman dari ancaman bencana pada akhirnya merupakan tanggung jawab mutlak bagi seluruh elemen masyarakat.

Oleh karena itu, imbuh Buyung, upaya edukasi dan simulasi lapangan serupa akan terus diperluas guna meningkatkan kewaspadaan sekaligus menanamkan budaya sadar bencana yang kuat sejak usia dini. kltmprv

- Advertisement -
RELATED ARTICLES
Bank Jatim Jconnect

Terbaru