Jejak Kejayaan Kopi Jawa, Pernah jadi Kopi Termahal di Dunia
Jakarta, Nawacita | Kopi memiliki banyak nama, misalnya “espresso” dan “drip,” merujuk pada teknik pembuatan kopi, “mocha” dan “cappucino,” merujuk pada minuman spesifik yang terbuat dari kopi. Ada juga yang merujuk pada asal usul dan sejarah kopi yaitu “Java”.
Pada 1700-an, kopi dari Jawa sangat terkenal di Eropa, kopi ini sangat melekat di ingatan para pecinta kopi di Eropa, oleh mereka nama Java digunakan sebagai kata lain untuk kopi.
Istilah “a cup of Java” masuk ke dalam bahasa sehari-hari. VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) mengekspor kopi Jawa ke seluruh dunia. Sebagai salah satu tempat pertama di luar Afrika dan Arab yang membudidayakan kopi, Jawa telah memainkan peran penting dalam membentuk budaya kopi dunia.
Baca Juga: Kopi Dicampur Telur Mentah Viral di TikTok, Ahli Ingatkan Risikonya
Pada tahun 1720-an, kopi dari Jawa telah mendapatkan pengakuan di seluruh dunia, dihargai sangat tinggi, seringkali 10 hingga 15 kali lebih mahal daripada kopi biasa.
Sejarah kopi ditanam di Pulau Jawa, pada tahun 1650, Pieter van den Broecke, yang bekerja untuk VOC, mengunjungi Kota Mocha di Yaman dan mencicipi sesuatu yang “Panas dan Hitam”.
Ia adalah pedagang Belanda pertama yang mencicipi kopi. Ia juga memutuskan untuk mencuri biji kopi dan membawanya kembali ke Amsterdam. Karena iklim di Belanda tidak cocok untuk budidaya, pada tahun 1658, Belanda mengirim kopi ke timur ke Ceylon (Sri Lanka).
Baca Juga: Kopi Santan jadi Tren Baru, Amankah Dikonsumsi? Ini Kata Ahli Gizi
Belanda termasuk di antara kekuatan kolonial Eropa paling awal yang terlibat dalam perdagangan kopi selama abad ke-17, kemudian mereka meninggalkan budidaya ini di Srilanka untuk fokus pada perkebunan mereka di Jawa untuk menghindari penurunan harga akibat kelebihan pasokan.
Tanaman kopi pertama ditanam di Batavia, pada awalnya, upaya tersebut gagal karena banjir. Namun, orang Belanda mencoba lagi beberapa tahun kemudian dan kali ini, tanaman tersebut berhasil tumbuh.
Pada awal tahun 1700-an, perkebunan kopi di Jawa berkembang pesat. Tanah vulkanik dan iklim tropis pulau itu menjadikannya lokasi yang ideal untuk budidaya kopi, dan Jawa dengan cepat menjadi identik dengan biji kopi berkualitas yang dikirim ke seluruh dunia. dtk


