Saturday, June 13, 2026

Tradisi Sedekah Bumi Berpadu Inovasi UMKM di Umbul Dungo Kepatihan 2026

Tradisi Sedekah Bumi Berpadu Inovasi UMKM di Umbul Dungo Kepatihan 2026

Bojonegoro, Nawacita – Tradisi sedekah bumi yang berpadu dengan pelestarian budaya dan penguatan ekonomi kerakyatan mewarnai puncak acara Umbul Dungo Kelurahan Kepatihan Tahun 2026, Jumat malam (12/6/2026). Ratusan warga memadati lokasi kegiatan untuk mengikuti rangkaian acara yang sarat nilai spiritual, budaya, dan pemberdayaan UMKM.

Memasuki tahun kedua penyelenggaraan, Umbul Dungo menjadi momentum warga Kelurahan Kepatihan untuk mengungkapkan rasa syukur sekaligus menjaga warisan budaya yang diwariskan para leluhur.

Lurah Kepatihan, Putri Negari, menjelaskan bahwa Umbul Dungo merupakan bentuk modernisasi tradisi sedekah bumi yang dikemas lebih menarik tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya dan religius yang menjadi fondasinya.

“Rangkaian kegiatan telah dimulai sejak sehari sebelumnya melalui khataman Al-Qur’an, ndungo cungkup, hingga kirab Tumpeng Pitu menuju makam leluhur,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Putri juga menyampaikan kabar menggembirakan terkait kuliner khas daerah. Serabi Bojonegoro yang menjadi ikon Kelurahan Kepatihan kini telah memperoleh Sertifikat Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) dari Kementerian Hukum dan HAM.

Menurutnya, pengakuan tersebut menjadi langkah penting dalam melindungi warisan kuliner lokal agar tetap lestari dan dikenal oleh generasi mendatang.

Selain melestarikan budaya, Kelurahan Kepatihan juga meluncurkan inovasi Sumur Ringin (Semua UMKM Makmur, Siap Bersaing, dan Inovatif). Program ini bertujuan meningkatkan daya saing pelaku usaha melalui fasilitasi Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, hingga digitalisasi pemasaran.

Sebagai bentuk dukungan kepada pelaku UMKM, berbagai produk kuliner yang disajikan pada malam puncak acara dapat dinikmati secara gratis oleh masyarakat. Acara juga dimeriahkan pertunjukan campursari dan Langen Tayub yang menghibur warga hingga malam hari.

Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, yang hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi atas kreativitas dan inovasi yang dilakukan Kelurahan Kepatihan dalam mengembangkan potensi budaya sekaligus ekonomi masyarakat.

“Doa Umbul Dungo malam ini ibarat menembus langit untuk keselamatan dan kesuksesan dunia-akhirat warga Kepatihan,” ujarnya di hadapan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Nurul Azizah juga menyampaikan bantuan dari Bupati Bojonegoro berupa gerobak usaha kepada sembilan pedagang serabi yang selama ini konsisten menjaga dan mengembangkan kuliner khas daerah tersebut.

Melihat tingginya antusiasme masyarakat, Wakil Bupati mendorong agar Umbul Dungo dan Festival Seribu Serabi dapat menjadi agenda wisata yang lebih besar. Usulan tersebut langsung mendapat respons positif dari Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bojonegoro, Elsa.

“Mulai tahun depan, Umbul Dungo atau Festival Serabi di Kepatihan resmi kami masukkan ke dalam kalender agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro,” tegasnya yang disambut tepuk tangan meriah warga.

Dukungan juga datang dari unsur Forkopimcam Bojonegoro yang menyatakan siap mendukung keberlanjutan kegiatan tersebut. Kepatihan dinilai berhasil menjadi contoh kolaborasi antara pelestarian budaya tradisional dengan pengembangan ekonomi kreatif berbasis masyarakat.

Puncak acara ditandai dengan pemukulan gong oleh Wakil Bupati Bojonegoro yang didampingi Lurah Kepatihan, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Forkopimcam, serta para ketua RT dan RW setempat.

Dengan rencana masuknya Umbul Dungo ke kalender tahunan Kabupaten Bojonegoro, masyarakat optimistis tradisi leluhur akan terus hidup dan berkembang seiring tumbuhnya sektor ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.

Reporter: Parto Sasmito

- Advertisement -
RELATED ARTICLES
Bank Jatim Jconnect

Terbaru