Gubernur Koster Siapkan Evaluasi Kinerja ASN, TPP Bisa Dipangkas Jika Target Tak Tercapai
Denpasar, Nawacita | Gubernur Bali Wayan Koster memperketat evaluasi kinerja ASN di lingkungan Pemprov Bali. Bahkan, tambahan penghasilan pegawai (TPP) bisa dikurangi bagi perangkat daerah yang dinilai tidak mampu mencapai target kerja yang telah ditetapkan.
Penegasan tersebut disampaikan Koster usai Pemprov Bali kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD Bali, Senin (8/6/2026).
Menurut Koster, keberhasilan mempertahankan opini WTP selama 13 tahun berturut-turut tidak boleh membuat jajaran pemerintah daerah berpuas diri. Pengelolaan keuangan daerah harus terus ditingkatkan dengan menekankan kualitas kinerja dan dampaknya bagi masyarakat.
Baca Juga: Gubernur Koster Terima Delegasi Parlemen Saint Petersburg, Perkuat Kerja Sama Bali-Rusia
“WTP-nya bukan lagi sekadar WTP, tapi harus WTP yang berkualitas,” tegas Koster.
Koster juga menerangkan, keberhasilan Pemprov Bali mempertahankan pengelolaan keuangan yang baik tidak lepas dari kerja jajaran birokrasi yang dipimpin Sekertaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra bersama seluruh kepala perangkat daerah.
“Saya sebagai gubernur hanya memberikan arahan dan memantau. Tapi kerja hariannya di dalam tata laksana dipimpin oleh Bapak Sekda beserta para kepala perangkat daerah,” ujar Koster.
Dia secara khusus memuji kemampuan Sekda Bali dalam memimpin birokrasi. Menurutnya, seorang gubernur tidak akan mampu menjalankan pemerintahan dengan baik apabila tidak didukung aparatur yang bekerja profesional dan patuh terhadap aturan.
Baca Juga: Diterpa Isu Dampak Konflik Timteng, Gubernur Koster Catat Pajak Hotel dan Restoran Bali Makin Tumbuh
“Saya punya sekda yang kerjanya sangat bagus, orangnya rapi, tertib administratif dan selalu patuh pada aturan. Jadi enggak ada artinya seorang gubernur kalau sekdanya lemah, tidak mampu memimpin perangkat daerahnya,” katanya.
Koster mengaku merasa nyaman memimpin Bali karena didukung jajaran pemerintahan yang dinilai bekerja dengan baik. Selain Sekda, dia juga memberikan apresiasi kepada Inspektorat yang selama ini ikut mengawal tata kelola pemerintahan.
“Karena itu saya sebagai gubernur sangat nyaman di dalam memimpin Provinsi Bali karena dibantu oleh jajaran pemerintahan yang rata-rata relatif baik, terutama sekda dan inspektur daerahnya,” tuturnya. nb


