Belajar Tata Kelola Pemerintahan, Mahasiswa UGM dan UBL Kunjungi Kemensetneg
JAKARTA, Nawacita – Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) menerima kunjungan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Budi Luhur (UBL) di Gedung Krida Bhakti, Kemensetneg, Jakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat lingkungan Istana Kepresidenan serta memahami peran Kemensetneg dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan.
Kegiatan diikuti oleh mahasiswa dari Program Studi Pengelolaan Arsip dan Pengelolaan Informasi Universitas Gadjah Mada, serta mahasiswa dari Program Studi Hubungan Internasional dan Kriminologi Universitas Budi Luhur. Kehadiran peserta dari dua perguruan tinggi tersebut menjadi bagian dari penguatan wawasan akademik melalui pengalaman langsung di lingkungan Istana Kepresidenan dan Kemensetneg.
Kegiatan diawali dengan tur edukatif di kawasan Istana Kepresidenan Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, para mahasiswa berkesempatan mengunjungi sejumlah area di lingkungan Istana Negara dan Istana Merdeka, serta memperoleh penjelasan mengenai fungsi, sejarah, dan peran kawasan Istana dalam mendukung kegiatan kenegaraan.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung, khususnya saat menyimak penjelasan mengenai aktivitas pemerintahan dan berbagai fungsi strategis yang dijalankan di lingkungan Istana Kepresidenan.
Baca Juga: SIT Cordova Berkunjung ke Kemensetneg dalam Program Istana untuk Anak Sekolah
Melalui kunjungan tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar secara langsung di lingkungan Istana, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai proses penyelenggaraan pemerintahan yang selama ini lebih banyak mereka lihat melalui media atau materi pembelajaran di ruang kelas. Interaksi selama kegiatan berlangsung turut mendorong suasana diskusi yang aktif antara peserta dan narasumber.
Kegiatan kemudian dilanjutkan di Gedung Krida Bhakti Kemensetneg melalui pemaparan substantif mengenai tugas dan fungsi Kementerian Sekretariat Negara, termasuk pengelolaan dokumentasi dan arsip kepresidenan. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) Kemensetneg Eddy Cahyono Sugiarto, Arsiparis Ahli Madya pada Asisten Deputi (Asdep) Dokumentasi, Diseminasi, dan Arsip Kepresidenan dan Kementerian (DDAKK) Sugeng Raharjo, Arsiparis Ahli Muda (DDAKK) Agil Iqbal Cahaya, serta Pranata Hubungan Masyarakat Ahli Madya Faisal Fahmi.
Dalam sambutannya, Kepala Biro Humas Kemensetneg Eddy Cahyono Sugiarto menyampaikan bahwa generasi muda memiliki posisi penting dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045. Eddy juga memaparkan perkembangan kondisi ekonomi nasional serta berbagai program afirmatif pemerintah dalam penguatan sumber daya manusia.
“Momentum positif ini menjadi pondasi penting bagi percepatan pembangunan nasional,” kutip Eddy menyampaikan materi paparan.
Dilanjutkan dengan pematerian terkait arsip, Arsiparis Ahli Madya Sugeng Raharjo berbagai bentuk pengelolaan arsip di lingkungan Kemensetneg, termasuk pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung pengelolaan dokumentasi pemerintahan. “Arsip kepresidenan dan arsip kementerian memiliki peran penting sebagai dokumentasi kegiatan pemerintahan sekaligus bagian dari memori kolektif bangsa,” lanjut Sugeng.
Pemaparan turut dilanjutkan oleh Arsiparis Ahli Muda Agil Iqbal Cahaya. “Arsip kepresidenan bukan hanya dokumen administrasi, tetapi juga rekaman kegiatan dan peristiwa penting negara yang memiliki nilai informasi dan nilai sejarah,” ujar Iqbal.
Selain pemaparan materi, kegiatan turut diisi dengan sesi diskusi interaktif yang disampaikan oleh Pranata Hubungan Masyarakat Ahli Madya terkait peran dan fungsi Kemensetneg dalam menyelenggarakan dukungan teknis, administrasi, dan analisis urusan pemerintahan di bidang kesekretariatan negara, serta dukungan manajemen kabinet kepada Presiden dan Wakil Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara.
“Melalui sesi diskusi ini, kami berharap mahasiswa tidak hanya memahami fungsi administratif Kemensetneg, tetapi juga melihat bagaimana peran strategis Kemensetneg dalam mendukung jalannya pemerintahan serta penyusunan kebijakan,” tutur Faisal.
Pada sesi diskusi interaktif ini, mahasiswa juga berkesempatan untuk menyampaikan pertanyaan dan tanggapan terkait materi yang telah dipaparkan. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan komunikatif, mencerminkan antusiasme peserta dalam memahami peran Kemensetneg, baik dalam mendukung tugas Presiden dan Wakil Presiden maupun dalam pengelolaan dokumentasi kenegaraan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta dan peran Kemensetneg dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan, sekaligus menambah wawasan mengenai pentingnya pengelolaan arsip sebagai bagian dari dokumentasi sejarah bangsa. (Kemensetneg)

