Wednesday, May 20, 2026

SMK Tak Lagi Sekadar Sekolah, Program 3+1 Siapkan Lulusan Tembus Industri Global

SMK Tak Lagi Sekadar Sekolah, Program 3+1 Siapkan Lulusan Tembus Industri Global

SURABAYA, Nawacita – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti melepas 3.000 lulusan SMK dan 600 lulusan lembaga kursus (LKP) untuk bekerja di luar negeri dalam acara peluncuran Program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri (3+1) di Gedung Islamic Center Surabaya, Rabu (20/5/2026).

Program tersebut disiapkan untuk memperkuat kesiapan lulusan vokasi memasuki dunia kerja internasional. Skemanya, murid menempuh pendidikan SMK selama tiga tahun lalu mendapat tambahan satu tahun pelatihan khusus sesuai kebutuhan industri dan negara tujuan.

“Ini usaha kami menyiapkan lulusan SMK agar siap masuk dunia kerja, baik di dalam maupun luar negeri,” ujar Mu’ti.

Ia menjelaskan, pemerintah juga menyiapkan pelatihan bahasa asing bagi siswa SMK. Sebanyak 136 SMK di Indonesia kini mendapat program penguatan bahasa untuk mendukung penempatan kerja di luar negeri, terutama ke Jepang, Korea, Turki, dan sejumlah negara lain.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Resmikan Revitalisasi Puluhan SMA, SMK, dan SLB di 3 Daerah

Menurut Mu’ti, seluruh peserta yang diberangkatkan telah melalui jalur resmi dan mendapat pembekalan budaya, regulasi hingga sistem ketenagakerjaan negara tujuan. Pemerintah juga bekerja sama dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia untuk memastikan proses keberangkatan berjalan aman.

“Mulai pengurusan paspor, visa, sampai kesiapan kerja sudah dipersiapkan supaya tidak ada kendala,” katanya.

Ia menambahkan, kebutuhan tenaga kerja tiap negara berbeda-beda. Jepang dan Korea banyak membutuhkan tenaga manufaktur, sementara Turki lebih banyak membuka sektor hospitality. Program ini juga disebut menjadi bagian dari arahan Presiden agar lulusan SMK benar-benar terserap ke dunia kerja.

(Alus)

- Advertisement -
RELATED ARTICLES

Terbaru