Di Tengah Ekonomi Gonjang-Ganjing, Pasar Berlian Jatim Masih Stabil
Surabaya, Nawacita.co – Gejolak ekonomi global belum sepenuhnya menggoyang pasar perhiasan di Jawa Timur. Di tengah fluktuasi harga emas dan tekanan dolar pada awal 2026, permintaan berlian justru disebut masih relatif stabil.
General Manager Frank & co. Rolly Soesanto, menilai kondisi pasar saat ini menunjukkan pergeseran cara pandang konsumen terhadap perhiasan. Berlian tak lagi semata diposisikan sebagai instrumen investasi, melainkan simbol nilai emosional dan warisan keluarga.
“Kalau emas itu fluktuatif dan murni investasi. Berlian lebih ke beauty investment dan legacy,” ujarnya, Kamis (7/5/2026).
Menurutnya, meski harga emas terus naik, pihaknya belum melakukan penyesuaian harga berlian. Hal itu menjadi salah satu strategi menjaga daya beli konsumen di tengah ketidakpastian ekonomi.
Baca Juga: Frank & co. Rayakan 30 Tahun, Bidik Konsumen lewat Emosi dan Gaya Hidup
Rolly mengakui, isu rantai pasok dan legalitas produk kini juga menjadi perhatian publik, terutama setelah pengawasan impor dan sumber material diperketat pemerintah.
Namun, ia memastikan seluruh sumber berlian Frank & co. berasal dari jalur resmi dan terdokumentasi lengkap.
“Semua sourcing kita legit dan paperwork lengkap,” katanya.
Di balik optimisme industri perhiasan, situasi ini memperlihatkan satu hal: pasar barang mewah tetap bertahan, tetapi dengan pendekatan berbeda.
Di tengah ekonomi yang serba tak pasti, industri perhiasan tampaknya sedang menjual sesuatu yang lebih mahal dari sekadar batu mulia: rasa percaya diri dan simbol status yang tetap ingin dipertahankan.
Reporter: Alus

