Program KUR Perumahan, Gubernur Kaltim: Gratis DP Rumah Rp10 Juta untuk 2.000 Unit
Balikpapan, Nawacita | Gubernur Kaltim Dr. H. Rudy Mas’ud (Harum) menghadiri peluncuran program bedah rumah BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) di SMP Negeri 13, Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur, Selasa, 5 Mei 2026.
Peluncuran program BSPS ditandai dengan pemukulan kentongan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) M. Tito Karnavian, didampingi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Gubernur Harum, serta Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud. Kegiatan ini juga diikuti secara daring oleh Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan.
“Hari ini kita telah melaksanakan kegiatan yang sangat penting bersama Bapak Mendagri dan Bapak Menteri PKP. Kita meninjau usulan bedah rumah BSPS, simulasi tender rakyat, serta peluncuran program bedah rumah BSPS se-Kalimantan di Kelurahan Teritip,” kata Gubernur Harum.
Menurutnya, pembangunan yang dilakukan saat ini benar-benar menghadirkan kehidupan yang lebih layak, lebih sejahtera, dan lebih bermartabat bagi masyarakat Kalimantan Timur.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap program yang kita jalankan benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Rumah bukan lagi sekadar mimpi, tetapi menjadi kenyataan,” ungkapnya.
Baca Juga: Gubernur Kaltim Lantik 234 PNS, Tekankan Pelayanan Cepat, Tepat, dan Solutif
Kalimantan Timur saat ini berada pada momentum besar dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN). Kebutuhan akan hunian layak pun akan terus meningkat.
“Kolaborasi bukan hanya penting, tetapi menjadi keharusan. Negara dan pemerintah harus hadir di tengah rakyatnya,” tegasnya.
“Kami percaya, dengan memperkuat akses pembiayaan, ekonomi rakyat akan bergerak, UMKM akan berkembang, dan lapangan kerja akan tercipta,” tegas Gubernur Harum.
Menteri Dalam Negeri, M. Tito Karnavian, mengatakan Program KUR Perumahan bertujuan mempermudah akses pembiayaan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), mengatasi backlog perumahan, serta mendukung pelaku UMKM di sektor konstruksi, seperti pengembang dan toko bangunan.
“Skema KUR Perumahan menawarkan bunga yang sangat ringan, yaitu 0,5 persen per bulan atau 6 persen per tahun,” ujarnya.
Selain itu, tersedia fasilitas pinjaman tanpa jaminan untuk nominal di bawah Rp50 juta yang dapat memutus rantai ketergantungan pada rentenir. kltmprv

