Tuesday, April 28, 2026

33 Proposal Dosen UNUGIRI Tembus Hibah Kemdiktisaintek 2026, Terbanyak di Bojonegoro

33 Proposal Dosen UNUGIRI Tembus Hibah Kemdiktisaintek 2026, Terbanyak di Bojonegoro

Bojonegoro, Nawacita – Sebanyak 33 proposal yang diajukan dosen Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro dinyatakan lolos pendanaan dalam program penelitian dan pengabdian kepada masyarakat Tahun Anggaran 2026. Kepastian tersebut tercantum dalam surat resmi Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Nomor 94/DST/C/AL.04.02/2026 tertanggal 9 April 2026. Program ini mencakup berbagai skema strategis, mulai dari penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hilirisasi riset prioritas, hingga inovasi seni nusantara.

Capaian tersebut menjadikan UNUGIRI sebagai perguruan tinggi dengan jumlah proposal lolos terbanyak di wilayah Bojonegoro pada tahun ini.

Beragam Skema Pendanaan

Rektor UNUGIRI, M. Jauharul Ma’arif, menyampaikan bahwa puluhan proposal yang berhasil lolos berasal dari berbagai skema pendanaan yang kompetitif.

“Proposal yang mendapatkan pendanaan terdiri dari beberapa skema, yakni Penelitian Dosen Pemula sebanyak 10 tim, Penelitian Fundamental Reguler 14 tim, Penelitian Kerja Sama Antar Perguruan Tinggi 1 tim, Pemberdayaan Desa Binaan 1 tim, Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat 5 tim, serta Pemberdayaan Masyarakat Pemula 2 tim,” ungkapnya.

Hal ini menunjukkan bahwa dosen UNUGIRI tidak hanya aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan melalui penelitian, tetapi juga memiliki komitmen kuat dalam pengabdian kepada masyarakat.

Persaingan Semakin Ketat

Dalam kesempatan yang sama, Rektor menegaskan bahwa pencapaian ini diraih di tengah ketatnya persaingan di tingkat nasional. Ia menjelaskan bahwa tingkat kelolosan hibah pada tahun 2026 mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Di tengah keterbatasan anggaran pemerintah untuk pendanaan riset, seleksi proposal tahun ini menjadi semakin kompetitif. Secara nasional, tingkat kelolosan hibah hanya sekitar 17,4 persen, yang menunjukkan tingginya standar penilaian terhadap kualitas proposal, unsur kebaruan, serta relevansi dengan kebutuhan pembangunan,” jelasnya.

Meski demikian, UNUGIRI mampu mencatatkan capaian di atas rata-rata nasional.

“Dalam kondisi tersebut, UNUGIRI berhasil menunjukkan performa yang lebih baik dengan tingkat keberhasilan sekitar 25,98 persen,” tambahnya.

Angka tersebut mencerminkan bahwa proposal yang diajukan dosen UNUGIRI dinilai unggul, baik dari sisi inovasi maupun kontribusinya terhadap pembangunan.

Komitmen Perkuat Riset

Pendanaan hibah ini merupakan bagian dari upaya Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan dalam memperkuat ekosistem riset di perguruan tinggi. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk mendorong hilirisasi hasil penelitian agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Baca Juga: PJTD UNUGIRI Bojonegoro 2026, Bangun Kompetensi Jurnalis Kampus

Dalam surat pengumuman disebutkan bahwa pendanaan tersebut menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat riset, mempercepat hilirisasi, serta meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat yang berdampak luas.

Perguruan tinggi juga didorong untuk berperan aktif sebagai aktor utama dalam menghadirkan solusi atas berbagai persoalan pembangunan nasional, sejalan dengan agenda “Diktisaintek Berdampak”.

Tahapan Selanjutnya

Bagi dosen yang dinyatakan lolos, tahapan berikutnya adalah penandatanganan kontrak serta pencairan dana sesuai ketentuan yang berlaku. Informasi mengenai status pendanaan dapat diakses melalui sistem BIMA dan Hiliriset.

Pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat akan mengacu pada panduan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, sementara program hilirisasi riset akan dikelola oleh Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan.

Reporter: Parto Sasmito

- Advertisement -
RELATED ARTICLES

Terbaru