Friday, April 10, 2026

Perempuan Didorong Manfaatkan Digitalisasi Secara Bijak di Era Informasi

Perempuan Didorong Manfaatkan Digitalisasi Secara Bijak di Era Informasi

SURABAYA, Nawacita – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin menyampaikan bahwa era digital saat ini membuka peluang besar bagi perempuan untuk mengakses berbagai informasi tanpa batas.

Menurutnya, digitalisasi dan akses internet yang semakin merata telah mengurangi kesenjangan, baik dari sisi gender maupun wilayah.

Hal tersebut disampaikan Arumi saat menjadi keynote speech dalam acara seminar bertajuk “Peran Perempuan Dalam Mengakses dan Menyebarkan Informasi di Era Digital” digelar dalam rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) dan HUT ke-80 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), yang turut melibatkan Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI).

“Di era sekarang, dengan adanya digitalisasi serta akses yang lebih fair terhadap internet dan media sosial, ini menjadi kesempatan emas bagi perempuan. Tidak ada lagi diskriminasi gender maupun wilayah,” ujarnya.

Baca Juga: Wamenkomdigi: Digitalisasi Budaya jadi Fondasi Data di Era AI

Meski demikian, Arumi menekankan bahwa tantangan tetap ada, tergantung pada kondisi yang dihadapi masing-masing individu. Namun secara umum, peluang perempuan untuk mengakses informasi, komunitas, hingga literasi keuangan kini semakin terbuka lebar.

“Sekarang sudah lebih fair, baik untuk laki-laki maupun perempuan. Tapi justru perempuan yang harus lebih memanfaatkan peluang ini,” ungkapnya.

Arumi juga mengingatkan bahwa media sosial memiliki dua sisi yang berbeda. Jika digunakan secara bijak, media sosial dapat memberikan dampak positif, termasuk mendukung aktivitas ekonomi. Sebaliknya, jika tidak mampu mengontrol diri, media sosial justru bisa berdampak negatif terhadap kehidupan pribadi.

“Ini seperti dua mata pisau. Kalau kita bijak, akan sangat positif. Tapi kalau tidak bisa mengontrol emosi dan diri, media sosial bisa mengganggu berbagai aspek kehidupan,” jelasnya.

Dalam konteks keluarga, Arumi mengaku mulai mengenalkan media sosial kepada anak-anaknya sejak dini, meski belum memberikan akses akun pribadi. Ia memilih mendampingi anak-anak dengan memberikan pemahaman secara langsung melalui praktik.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga privasi di dunia digital. Menurutnya, informasi pribadi seperti lokasi, aktivitas, hingga kondisi keluarga tidak seharusnya dibagikan secara sembarangan di media sosial.

“Kalau dibagikan ke publik, itu punya risiko tersendiri, apalagi bagi anak-anak perempuan. Sebagai orang tua, saya hanya bisa membekali dan terus mendampingi,” pungkasnya.

Seminar ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran perempuan untuk lebih aktif sekaligus bijak dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana informasi, komunikasi, dan peningkatan kesejahteraan.

Reporter : Rovallgio

- Advertisement -
RELATED ARTICLES
Bank Jatim
idulfitri

Terbaru