BNPB: Ancaman Kekeringan Menguat, Semua Daerah Harus Siaga
SURABAYA, Nawacita – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, menegaskan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi kering di tengah kondisi cuaca yang dinamis.
Hal itu disampaikannya usai rapat koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Jumat (27/3/2026).
“Meski sejumlah wilayah di Indonesia masih dilanda banjir, ancaman kekeringan dan kebakaran hutan mulai muncul di daerah lain seperti Kepulauan Riau,” Ungkap Suharyanto.
Baca Juga: BNPB Ungkap 11 Daerah di Aceh Masih Berlakukan Tanggap Darurat Bencana
Ia menambahkan, Kondisi ini menjadi sinyal bahwa seluruh daerah harus bersiap menghadapi musim kemarau yang diprediksi segera datang.
“Penanganan bencana tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi dari seluruh tingkatan, mulai dari desa hingga pemerintah pusat,” papar Suharyanto.
Selain itu, BNPB juga menyiapkan langkah antisipasi lanjutan berupa penempatan helikopter water bombing di Jawa Timur jika eskalasi kebakaran meningkat.
“Intinya, berapapun kebutuhan akan kami siapkan. Ini bagian dari upaya memastikan seluruh wilayah siap menghadapi puncak kemarau yang diprediksi terjadi pada Agustus 2026,” tegasnya.
(Alus)



