Surabaya, Nawacita.co – Hari ketiga perayaan Idulfitri 1447 H, mobilitas masyarakat Jawa Timur dengan moda Commuter Line terus menunjukkan peningkatan signifikan. KAI Commuter mencatat, stasiun-stasiun strategis di Area 8 Surabaya menjadi faktor kunci dalam menjaga kelancaran arus penumpang selama masa libur Lebaran.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengatakan bahwa sejumlah stasiun utama berperan sebagai simpul integrasi antarmoda yang efektif. Stasiun seperti Stasiun Surabaya Gubeng, Stasiun Surabaya Pasarturi, dan Stasiun Wonokromo menjadi titik vital yang menghubungkan berbagai rute perjalanan penumpang.
“Stasiun-stasiun ini memudahkan pengguna untuk melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi, baik pusat perbelanjaan, bandara, maupun terminal bus,” ujar Karina.
Ia menjelaskan, konektivitas juga diperkuat dengan akses menuju Bandara Internasional Juanda melalui Stasiun Waru, serta akses ke Terminal Purabaya melalui Stasiun Gedangan. Hal ini dinilai sangat membantu masyarakat yang melakukan perjalanan lanjutan antarkota.
Tak hanya itu, layanan Commuter Line juga memberikan kemudahan akses menuju sejumlah destinasi wisata populer di Jawa Timur. Dari Stasiun Surabaya Kota, penumpang dapat menjangkau kawasan Kota Lama Surabaya. Sementara dari Stasiun Malang, tersedia akses ke berbagai objek wisata seperti Alun-Alun Tugu Malang, Kampung Warna-Warni Jodipan, dan Museum Brawijaya. Adapun dari Stasiun Blitar, pengguna dapat menuju Makam Bung Karno, Istana Gebang, serta Taman Pecut.
Berdasarkan data hingga pukul 14.00 WIB, volume pengguna Commuter Line di Wilayah 8 Surabaya mencapai 54.129 orang. Lonjakan ini didominasi oleh perjalanan jarak pendek untuk keperluan silaturahmi dan rekreasi selama libur Lebaran.
Secara kumulatif, jumlah pengguna selama periode angkutan Lebaran 2026 sejak 11 hingga 23 Maret tercatat mencapai 596.742 orang. Karina menyebut angka tersebut menunjukkan tren positif sekaligus menegaskan bahwa transportasi berbasis rel masih menjadi pilihan utama masyarakat.
“Ketepatan waktu dan kenyamanan menjadi faktor utama yang membuat Commuter Line tetap diminati selama periode mudik dan libur Lebaran,” jelasnya.
KAI Commuter juga mencatat rekor baru pada Minggu (22/3) dengan jumlah pengguna harian tertinggi mencapai 54.398 orang. Capaian ini dinilai sebagai bukti kesiapan sarana dan prasarana dalam menghadapi lonjakan penumpang.
Seiring tingginya minat masyarakat, KAI Commuter mengimbau pengguna untuk tetap menjaga ketertiban dan kenyamanan, baik di area stasiun maupun di dalam kereta. Masyarakat juga dianjurkan merencanakan perjalanan melalui aplikasi Access by KAI guna menghindari antrean di loket.
Selain itu, pengguna diminta mendahulukan penumpang yang turun, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap anak-anak dan barang bawaan selama berada di tengah kepadatan.
“Kami mengajak seluruh pengguna untuk menjaga budaya antre dan saling menghargai demi terciptanya perjalanan yang aman dan nyaman bagi semua,” pungkas Karina. Deni
- Advertisement -