Friday, May 8, 2026

Menyambut Hari Jadi Surabaya ke 731, Kirap Wayah Prosesi Sakral

Surabaya, Nawacita – Arak-arakan kirap wayang yang mengelilingi Taman Tugu Pahlawan Surabaya sebanyak satu kali oleh para petinggi kebudayaan kejawen di Surabaya itu berlangsung Sakral. Kegiatan tersebut berdoa untuk meminta keselamatan masyarakat Surabaya menyambut Hari Jadi ke 731 Tahun pada hari Sabtu, (4/5/2024).

Dengan mengarak sesajen diantaranya Tumpeng tulak, Sekul Kuning, Sekul Brok, Sekul Byar, Sekul Bolong, Tanggang Layang, Wowohan Mentah Mateng, Bolopendem, Jajan Pasar, Kupat Lepet, Pisang Rojo, Pisang Ayu, Pisang Emas, Pari, Godong Kluweh, Godong Klopo, Godong Ringin, Godong Andong dan Puring, Wit Pisang Batang dan Ontong, Tebu Ireng, dan Janur Kuning. Sesajaen-sesajen tersebut yang memiliki simbol dan pemaknaan tersendiri nantinya akan diberikan semuanya untuk Warga Surabaya yang hadir.

Setelah itu, ritual dan sesi berdoa kepada pemilik bumi menggunakan bahasa Jawa Lawas di kumandangan oleh sekelompok budayawan Surabaya. Suasana sakral terasa saat para budayawan serentak memanjatkan Do’a untuk menyambut HUT Surabaya. Agar terlindung dari malapetaka dan tolak-balak untuk Kota Surabaya.

Ritual juga sebagai rasa berterimakasih atas kenikmatan tanah jawa dan saling melindungi atas alam. Karena masyarakat khususnya Surabaya agar terhindar dari bencana alam. Pada akhirnya sesajen yang sudah dido’akan akan di suguhkan kepada masyarakat Surabaya yang datang.

Walikota Surabaya Eri Acahyadi menyempatkan hadir di acara Ruwatan Pagelaran Wayang di Tugu Pahlawan, menyampaikan rasa terimaksih pada masyarakat dan para Budayawan. Karena telah mengadakan kegiatan kebudayaan seperti Ruwatan Wayang untuk melestarikan budaya Bangsa.

“Saya sangat berterimakasih atas do’a-do’a untuk kebaikan Kota Surabaya, saya sangat mengapresiasi adanya pagelaran untuk melestarikan budaya di Surabaya,” Jelas Eri.

Setelah sesi ritual selesai, pelaksanaan pagelaran wayang yang memakai Dalang Cilik dan pengiring musik juga masih muda. Hal tersebut sebagai bukti bahwa kesenian Wayang ini masih lestari dikalangan penerus bangsa. Wayang yang merupakan warisan tak benda sudah diakui oleh Dunia ini selayaknya dilestarikan kepada anak muda.

Selain itu Eri juga menambahkan masih banyak rangkaian Acara Hari Jadi Kota Surabaya ke 731 Tahun selama Bulan Mei. Rangkaian acara tersebut selama Satu Bulan penuh dari pengajian hingga konser untuk merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Surabaya.

“Menyambut Hari Jadi Kota Surabaya masih banyak rangkaian acara untuk Masyarakat Surabaya. Jadi ikuti partisipasinya dan ramaikan,” Ajak Eri kepada masyarakat.

Masyarakat yang menghadiri Pagelaran Wayang juga menyambut dengan antusias. Momen yang ditunggu-tunggu adalah mendapatkan sesajen yang sebelumnya sudah di Do’akan para Budayawan dan diresmikan oleh Walikota Surabaya.

Saling berebut sesajen dan masyarakat berbondong-bondong menyerbu dari tumpeng, buah-buahan, sayuran, hingga jajanan pasar. Salah satu warga bernama Yudi (44) dari Surabaya yang datang untuk menyaksikan ritual Do’a menyambut baik kegiatan tersebut.

“iya saya datang buat lihat wayang sama rebutan sesajen yang sudah di beri Do’a, orang yang kebagihan seserahan bumi itu bisa berkah nantinya,” Jelas Yudi.

Kepercayaan warga tersebutlah membuat pagelaran kesenian Budaya tersebut masih ramai oleh warga Surabaya. Dengan acara Rebutan Sesajen ini menambahkan kemeriaahan sesi penyambutan Hari Jadi Kota Surabaya. (al)

- Advertisement -
RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru