Monday, May 25, 2026

HUT ke-80 Sumsel, Bank Sumsel Babel Biayai Operasi 20 Pasien Bibir Sumbing

HUT ke-80 Sumsel, Bank Sumsel Babel Biayai Operasi 20 Pasien Bibir Sumbing

Palembang, Nawacita | Bank Sumsel Babel membiayai operasi bibir sumbing dan celah langit-langit bagi 20 pasien di Sumsel dengan total bantuan senilai Rp220 juta dalam rangka memperingati HUT Ke-80 Provinsi Sumsel.

Direktur Operasional dan Syariah Bank Sumsel Babel Festero Mohamad Papeko saat kegiatan bakti sosial yang digelar di Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut (RSKGM) Sumsel di Palembang, Jumat, mengatakan bantuan yang diberikan meliputi biaya operasi bagi 20 pasien sebesar Rp208 juta dan biaya pemeriksaan laboratorium atau pre-operasi sebesar Rp12 juta.

“Melalui momentum HUT Ke-80 Provinsi Sumsel ini, kami ingin hadir tidak hanya sebagai lembaga perbankan, tetapi juga bagian dari upaya kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Kegiatan tersebut bentuk kepedulian Bank Sumsel Babel terhadap masyarakat, sekaligus mendukung peningkatan kualitas hidup pasien bibir sumbing di Sumsel.

Pelaksanaan bakti sosial itu melalui kolaborasi bersama Pemerintah Provinsi Sumsel, RSKGM Sumsel, Baznas, dan sejumlah pihak lainnya.

Baca Juga: Gubernur Sumsel dan PT Pelindo Bahas Percepatan Pelabuhan Tanjung Carat

Gubernur Sumsel Herman Deru mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan sosial tersebut, termasuk Bank Sumsel Babel, tenaga medis, relawan, dan sponsor lainnya.

Ia meminta kegiatan serupa dapat terus diperluas di seluruh wilayah Sumsel agar semakin banyak masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan.

“Bantuan kesehatan seperti ini tidak hanya menyasar balita, tetapi juga remaja hingga orang dewasa yang membutuhkan operasi bibir sumbing maupun penanganan kesehatan lainnya,” ujarnya.

Direktur Utama RSKGM Sumsel Novita Idayani mengatakan jumlah pendaftar operasi bibir sumbing tahun ini mencapai 30 orang. Namun, setelah melalui proses skrining kesehatan, sebanyak 20 pasien dinyatakan memenuhi syarat untuk menjalani operasi.

Baca Juga: Peringati HUT ke-80 Sumsel, Gubernur Ajak Generasi Muda Jaga Kelestarian Alam di Festival Kehutanan

Pasien yang dioperasi terdiri atas tiga pasien dewasa, 11 balita, dan enam anak.

Ia menambahkan 10 pasien lainnya belum dapat menjalani operasi karena alasan kesehatan, seperti gangguan jantung, batuk, atau usia yang masih terlalu kecil.

Meski demikian, seluruh pasien tetap akan mendapatkan pendampingan dan penanganan lanjutan dari pihak rumah sakit.

Kasus bibir sumbing di Sumsel masih tergolong tinggi dibandingkan sejumlah daerah lain di Indonesia sehingga pihaknya terus membuka layanan operasi gratis setiap tahun bekerja sama dengan berbagai pihak.

“Tahun lalu ada 17 pasien yang dioperasi dari 25 pendaftar. Tahun ini jumlah pendaftar meningkat menjadi 30 orang. Semua layanan operasi ini gratis,” kata Novita. antr

- Advertisement -
RELATED ARTICLES

Terbaru