Dari Gerobak Cilok ke Tanah Suci, Ketekunan 50 Tahun Berbuah Haji
SURABAYA, Nawacita – Di usia yang tak lagi muda, Muslichah (85), warga Kota Pasuruan, membuktikan bahwa mimpi besar tak mengenal batas waktu. Dari gerobak cilok yang didorong setiap hari, ia kini bersiap menunaikan ibadah haji 2026 bahkan tercatat sebagai calon jemaah tertua di daerahnya.
“Selama lebih dari 50 tahun, saya menyisihkan penghasilan harian dari jualan cilok, biasanya Rp10 ribu, ditambah arisan mingguan,” ujarnya pada Jum’at (24/4/2026).
Baca Juga: Kloter Pertama Haji Berangkat dari Surabaya, Khofifah Ingatkan Cuaca Ekstrem di Tanah Suci
Hasilnya, pada 2017 ia akhirnya bisa mendaftar haji. Perjalanan itu jauh dari mudah. Sejak ditinggal suami, ia membesarkan delapan anak seorang diri. Namun, keterbatasan tak pernah memadamkan tekadnya.
Kini, dengan didampingi sang anak, Muslichah bersiap berangkat ke Tanah Suci. Kisahnya sederhana, tapi menyentil: di tengah narasi instan, ia menunjukkan bahwa konsistensi kecil yang dijaga puluhan tahun bisa mengalahkan segala keterbatasan.
Dari gerobak cilok, lahir pelajaran besar bahwa harapan tak butuh jalan cepat, hanya ketekunan yang tak putus.
(Alus)

