380 Jamaah Kloter 10/SUB Diberangkatkan, Wali Kota Pasuruan Ingatkan Jamaah Jaga Kondisi Fisik
PASURUAN, Nawacita – Sebanyak 380 jamaah haji yang tergabung dalam Kloter 10/SUB diberangkatkan menuju Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Kamis malam, 23 April 2026. Keberangkatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pemberangkatan jamaah haji asal Kota Pasuruan dan daerah penyangga pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Berdasarkan laporan panitia keberangkatan, jamaah dalam kloter ini terdiri atas 273 jamaah asal Kota Pasuruan, 60 jamaah Kabupaten Pasuruan, 43 jamaah Kota Malang, serta empat petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Total keseluruhan mencapai 380 orang.
Dokumen laporan yang disampaikan kepada unsur pemerintah daerah mencatat jamaah Kota Pasuruan berasal dari sejumlah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU). KBIHU As-Salam menjadi kelompok terbanyak dengan 112 jamaah, disusul Makkah Madinah sebanyak 49 jamaah, Rosana 48 jamaah, Al-Kautsar 32 jamaah, dan Nurul Anwar 26 jamaah.
Selain jumlah jamaah, laporan juga memuat kategori khusus peserta. Dari total jamaah Kota Pasuruan, terdapat 111 jamaah lanjut usia, 25 jamaah dengan risiko kesehatan berat, satu jamaah difabel, serta tiga jamaah pengguna kursi roda. Kondisi tersebut membuat aspek kesehatan menjadi perhatian penting selama proses keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.
Baca Juga: Audiensi MBG di DPRD Pasuruan, Forum Suropati Kutho Kecewa Satgas Tak Hadir
Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, meminta jamaah menjaga kondisi fisik selama menjalani rangkaian ibadah haji. Menurut dia, ibadah haji membutuhkan kesiapan mental sekaligus ketahanan tubuh karena aktivitas berlangsung dalam durasi panjang dan mobilitas tinggi.
“Ibadah haji merupakan ibadah yang membutuhkan kesiapan fisik dan mental. Karena itu, saya berpesan kepada seluruh jamaah agar tetap menjaga kesehatan, pola makan, serta stamina selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci,” ujarnya.
Adi menambahkan, jamaah diharapkan mengikuti arahan petugas pendamping agar perjalanan ibadah berjalan tertib dan aman. Pemerintah Kota Pasuruan, kata dia, juga berharap seluruh jamaah kembali dalam keadaan sehat dan memperoleh predikat haji mabrur.
Salah satu jamaah, Yudi Lami, mengaku bersyukur akhirnya dapat berangkat setelah menunggu antrean selama beberapa tahun. Ia mengatakan persiapan keberangkatan dilakukan sejak jauh hari, terutama menjaga kondisi kesehatan dan mengikuti manasik haji.
“Alhamdulillah, ini momen yang sudah lama kami tunggu. Persiapan sudah dilakukan sejak jauh hari agar saat di Tanah Suci bisa fokus menjalankan ibadah,” kata Yudi.
Ia mengaku suasana keberangkatan terasa haru karena diantar keluarga dan kerabat. Menurut dia, dukungan keluarga menjadi kekuatan tersendiri selama menjalani perjalanan spiritual tersebut.
Panitia mencatat jamaah termuda dalam kloter ini berusia 19 tahun, sedangkan jamaah tertua mencapai 85 tahun. Rentang usia yang cukup jauh itu membuat pengawasan kesehatan menjadi perhatian utama, terutama bagi jamaah lanjut usia dan berisiko tinggi.
Pelepasan jamaah berlangsung khidmat. Sejumlah keluarga tampak mengantar hingga titik keberangkatan sambil memberikan doa dan pelukan perpisahan. Bagi sebagian calon haji, perjalanan menuju Tanah Suci bukan sekadar agenda tahunan, melainkan penantian panjang yang akhirnya terwujud tahun ini.
Penulis : Rahmat Ferry Gunawan

