Monday, April 20, 2026

Ekspansi Sekolah Rakyat Jatim: Antara Akses Pendidikan dan Realita Kesiapan Daerah

Ekspansi Sekolah Rakyat Jatim: Antara Akses Pendidikan dan Realita Kesiapan Daerah

Surabaya, Nawacita.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mempercepat pengembangan program Sekolah Rakyat (SR) sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi kelompok rentan.

Namun, implementasinya masih berjalan bertahap, menyesuaikan kesiapan infrastruktur dan sumber daya di masing-masing daerah.

Kepala Dinas Sosial Jatim, Restu Novi Widiani, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya menyasar anak, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi keluarga. Salah satunya melalui bantuan usaha ekonomis produktif bagi orang tua.

Baca Juga: Kebijakan Berbeda, Jatim Nilai WFH Jumat Kurang Tepat Sasaran

“Kami fokus juga ke orang tua. Diberikan modal usaha sekitar Rp3,5 juta per orang, agar keluarga bisa lebih mandiri,” ujarnya, Senin (20/4/2026).

Bantuan tersebut diberikan secara cepat dan fleksibel, terutama bagi keluarga yang masuk kategori rentan dan memiliki anak dalam program Sekolah Rakyat. Pendekatan ini dinilai penting agar intervensi tidak hanya berhenti pada pendidikan, tetapi juga menyentuh akar persoalan ekonomi keluarga.

Di sisi lain, pembangunan Sekolah Rakyat masih dilakukan secara bertahap. Untuk sementara, kegiatan belajar mengajar masih memanfaatkan gedung yang tersedia, sembari menunggu pembangunan fasilitas permanen.

Baca Juga: PPTKK Dispendik Jatim Sabet Dua Penghargaan Fotografi Nasional, Siap Mendunia

“Nanti akan dibangun sekolah permanen dengan kapasitas hingga 1.000 siswa. Tapi saat ini masih proses, karena ini program baru,” jelasnya.

Sejumlah daerah bahkan masih dalam tahap penyiapan lahan, sementara sebagian lainnya sudah mulai proses pembangunan. Pemprov Jatim menegaskan tidak akan membuka rekrutmen siswa baru jika daya tampung belum siap, guna menghindari persoalan di kemudian hari.

Adapun lokasi pembangunan Sekolah Rakyat permanen tersebar di berbagai wilayah, antara lain Sampang, Kabupaten Kediri, Gresik, Kota Kediri, Ngawi, Kabupaten Malang, Banyuwangi, Jember, Nganjuk, Tuban, Kabupaten Madiun, Pacitan, Kota Blitar, Kota Malang, Surabaya, Jombang, Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, hingga Trenggalek.

Reporter: Alus

- Advertisement -
RELATED ARTICLES

Terbaru