Monday, April 20, 2026

Musim Kemarau Tapi Hujan Masih Deras? Ini Penjelasan BMKG

Musim Kemarau Tapi Hujan Masih Deras? Ini Penjelasan BMKG

Jakarta, Nawacita | BMKG memprediksi Indonesia akan memasuki musim kemarau pada bulan April 2026. Namun memasuki akhir bulan April, mengapa sudah musim kemarau tapi hujan masih deras?

Dalam unggahan terbarunya, BMKG menegaskan beberapa wilayah Indonesia masih memasuki musim pancaroba atau periode peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.

Hal ini terdeteksi dari fenomena El Niño-Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) masih berada pada fase netral sementara dominasi angin timuran di sebagian besar wilayah Indonesia.

Mengenai curah hujan tinggi, terdapat fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby Ekuatorial, dan gelombang Mixed-Rossby Gravity (MRG) di Aceh dan Sumatera Utara. Kemudian di Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Papua Selatan, potensi hujan dipengaruhi oleh aktivitas gelombang Rossby Ekuatorial.

Baca Juga: BMKG: Waspada El Nino 2026, Risiko Karhutla dan Kekeringan Meningkat hingga 80 Persen

Dinamika atmosfer ini diketahui memicu terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi yang mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut.

Melihat potensi curah hujan yang masih tinggi, BMKG mengimbau masyarakat dan pemangku kepentingan untuk:

  1. Meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.
  2. Pengendara kendaraan bermotor agar waspada terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, yang berpotensi mengganggu kelancaran perjalanan.
  3. Waspada akan potensi pohon atau dahan tumbang, baliho roboh, genangan, dan sambaran petir dengan menghindari berteduh di bawah pohon, papan reklame, atau bangunan rapuh.

dtk

- Advertisement -
RELATED ARTICLES

Terbaru