Thursday, April 16, 2026

Menko Zulhas Gercep Pembangunan 30 PSEL Sesuai Arahan Presiden

Menko Zulhas Gercep Pembangunan 30 PSEL Sesuai Arahan Presiden

JAKARTA, Nawacita – Menko Zulhas Gercep Pembangunan 30 PSEL, Jutaan ton sampah yang menggunung di Indonesia bisa menjadi berkah jika dimanfaatkan sebagai energi yang menunjang kehidupan. Artinya, kondisi darurat sampah di berbagai daerah bukan hal yang memalukan, karena sebentar lagi bakal “disulap” menjadi energi listrik.

Presiden Prabowo Subianto memahami betul bahwa sampah memiliki potensi ekonomi tinggi dan bisa bermanfaat bagi kehidupan rakyat Indonesia. Selain itu, sampah berpotensi mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap energi fosil yang harganya semakin mahal.

Kemudian, Presiden Prabowo memberikan arahan kepada Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), untuk mengatasi darurat sampah dengan membangun Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Program PSEL ini akan mengelola sampah sebanyak 14,4 juta ton per tahun di 61 kabupaten/kota di Indonesia, atau setara 22,5 persen dari total sampah nasional. Targetnya, terbangun di 30 wilayah pada Mei 2028. Alhasil, masalah sampah beres, listrik pun semakin tercukupi.

Tak perlu menunggu lama, Menko Zulhas langsung bergerak. Fokusnya adalah percepatan pembangunan PSEL, sesuai arahan Presiden Prabowo.

Baca Juga: Sidak TPS, Eri Cahyadi Temukan Pelanggaran dan Tegaskan Aturan Baru Pengelolaan Sampah

“Atas arahan Bapak Presiden sebelum berangkat ke luar negeri, beliau menginstruksikan agar dilakukan percepatan, percepatan, percepatan. Jadi tiga kali percepatan,” ujar Menko Zulhas di Jakarta.

Dijelaskan bahwa PSEL merupakan fasilitas yang mengolah sampah menjadi energi listrik melalui berbagai teknologi, seperti pembakaran terkontrol (waste to energy), RDF (refuse-derived fuel), hingga metode lain yang mengubah sampah menjadi sumber energi atau bahan bakar alternatif.

“Pembangunan PSEL untuk menyelesaikan kedaruratan sampah, utamanya di kota atau kabupaten dengan timbunan sampah di atas 1.000 ton. Kalau kita biarkan, ya kita kurang beradab,” lanjutnya.

Berdasarkan paparan pemerintah, proyek ini akan mencakup 33 lokasi yang terintegrasi dalam sekitar 30 wilayah, mencakup total 61 kabupaten/kota. Kapasitas pengolahan diperkirakan mencapai sekitar 39.450 ton sampah per hari atau sekitar 14,4 juta ton per tahun, setara sekitar 22–24 persen dari total timbunan sampah nasional.

Sejumlah proyek sudah masuk tahap awal pembangunan. Empat wilayah seperti Denpasar Raya, Kota Bekasi, Bogor Raya, dan Yogyakarta telah masuk tahap tender. Sementara daerah lain seperti Lampung Raya, Semarang Raya, Surabaya Raya, hingga Medan Raya telah diverifikasi dan siap dilelang.

Menko Zulhas menegaskan, proyek tahap pertama ditargetkan rampung pada 2027, sementara keseluruhan program rampung pada Mei 2028. “Nanti tagih sama kami kalau 2027 belum selesai. Yang lainnya itu Mei 2028. Teman-teman juga catat, kalau 2028 enggak beres, boleh ditagih,” kata Ketua Umum (Ketum) PAN itu.

Ia mengakui masih ada kendala utama, yakni aspek lahan dan regulasi, terutama terkait status tanah pemerintah yang memerlukan penyesuaian aturan karena proyek digunakan dalam jangka panjang.

Di luar PSEL, pemerintah juga menyiapkan strategi untuk menangani sisa sekitar 77,5 persen sampah nasional yang belum tercakup. Penanganan akan difokuskan pada sektor nonrumah tangga seperti perkantoran, pasar, sekolah, hingga rumah sakit, dengan target penyelesaian dalam empat tahun.

“Yang 77,5 persen ini ada di perkotaan, area industri, desa, kecamatan. Selain rumah tangga, kita akan selesaikan empat tahun,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga akan memperkuat penegakan hukum di sektor lingkungan, termasuk pemberian sanksi bagi pihak yang tidak mengelola sampah dengan baik.

Perubahan perilaku masyarakat, terutama di tingkat rumah tangga, diakui membutuhkan waktu lebih panjang. Namun, pemerintah menilai teknologi pengolahan sampah di dalam negeri saat ini sudah cukup tersedia untuk mendukung percepatan penanganan masalah sampah secara nasional.

inhnws.

- Advertisement -
RELATED ARTICLES
Bank Jatim
idulfitri

Terbaru