PHRI Bali Keluhkan Banyak Cancel Booking Akibat Banjir
Denpasar, Nawacita | Cuaca ekstrem sebabkan banjir di beberapa titik di Bali. Bahkan, daerah pariwisata seperti wilayah Sanur Kota Denpasar, Kuta dan Canggu Kabupaten Badung tak luput dari banjir yang terjadi pada, Selasa (24/2/2026). Akibatnya banyak permintaan booking cancel ke Bali.
Hal tersebut diungkapkan, Wakil Ketua Perhimpungan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali sekaligus Ketua PHRI Badung, I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya.
Rai mengatakan ribuan wisatawan asal Australia membatalkan pemesanan kamar.
“Banyak ribuan yang cancel dari Australia. Itu karena berita banjir ini. Itu yang terjadi,” katanya.
Ia menegaskan, pembatalan tersebut sangat merugikan pelaku usaha dan berpotensi mengurangi penerimaan pajak daerah.
Baca Juga: Mudik Lebaran 2026, Dishub Bali Prediksi Lonjakan Mobilitas hingga 2,65 Juta Orang
“Itu sangat merugikan. Itu kita lose potential revenue kita ya. Baik dari kita kehilangan dari pengusaha, dari pihak hotel, ada booking-booking yang cancel dan juga pemasukan kepada pemerintah berupa pajak kan hilang jadinya,” imbuhnya.
Banjir yang terjadi di sejumlah titik pusat akomodasi seperti Kuta dan Canggu menimbulkan pertanyaan dari wisatawan mancanegara.
“Yang mana kita kan menerima the best tourist destination island in the world, kenyataannya ketika musim hujan banjir sangat luar biasa sampai khususnya di Kabupaten Badung di daerah Legian, Kuta sampai lima titik banjir, itu kan daerah-daerah pusat akomodasi atau hotel, vila itu banyak di sana,” kata dia.
“Itu yang menimbulkan banyak pertanyaan-pertanyaan dari luar negeri yang masuk ke kita menanyakan apa yang terjadi,” bebernya.
Ia menjelaskan, meski banjir hanya terjadi di beberapa titik, dampak citra yang ditimbulkan cukup besar.
Baca Juga: Jaga Kawasan Pariwisata, Gubernur Koster Minta Dukungan Luhut untuk Insentif Infrastruktur di Bali
“Kita sudah jelaskan bahwa hanya di beberapa titik saja yang ada banjir dan kemudian yang di tempat lain tidak ada, tidak ada masalah, baik di daerah timur, daerah utara, barat tidak ada masalah. Dan termasuk di Uluwatu pun tidak ada masalah. Yang masalah di daerah Kuta dan Canggu itu yang paling (besar banjirnya),” jelasnya.
Menurutnya, kawasan tersebut merupakan sentra ekonomi dan pusat aktivitas wisata di Badung sehingga dampaknya terasa signifikan.
Terkait potensi travel warning, ia mengaku khawatir jika situasi terus memburuk.
“Mudah-mudahan enggak ada yang lain ya. Saya takut ada travel warning, itu yang kita khawatirkan,” ujarnya.
Sementara itu, untuk okupansi saat Ramadan, tingkat hunian hotel berada di kisaran normal.
“Bulan Ramadan masih slow, masih antara 60-65 persen. Jadi tingkat hunian ini yang terjadi. Mudah-mudahan ada peningkatan. Biasanya meningkat itu biasanya mulai Juni, Juli, Agustus,” ujar dia. kmps


