Sederet Cara Kemensos Mutakhirkan Data Penerima Bansos, Targetkan Penyaluran Lebih Tepat Sasaran
Bandung, Nawacita – Kementerian Sosial (Kemensos) terus melakukan berbagai upaya agar penyaluran bantuan sosial (Bansos) semakin tepat sasaran. Salah satunya dengan pemutakhiran data keluarga penerima manfaat (KPM) yang dilakukan setiap tiga bulan sekali.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan bahwa pihaknya memiliki banyak cara untuk memutakhirkan data KPM. Salah satunya adalah pendataan akurat sesuai kriteria penerima yang dilakukan di tingkat RT, RW hingga tingkat pusat.

“Pemutakhiran banyak cara dilakukan, membuka partisipasi masyarakat di samping juga lewat jalur formal, mulai dari RT, RW sampai tingkat pusat,” kata Gus Ipul saat ditemui usai Rapat Koordinasi Peningkatan Kualitas Pembangunan Jawa Barat Melalui Sinergitas dan Optimalisasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional di Aula Dispusipda Jabar, Selasa (11/11/2025).
Selain itu, pemutakhiran juga dilakukan melalui aplikasi yang telah disiapkan oleh Kementerian Sosial seperti Cek Bansos dan SIKS-NG atau Command Center Kemensos di nomor 021171.
Nantinya masyarakat sendiri bisa mengajukan diri atau keluarganya sebagai penerima bansos melalui aplikasi tersebut jika memang dirasa memenuhi kriteria. Ditambah juga, masyarakat bisa memberikan sanggahan kepada pemerintah pusat melalui layanan tersebut apabila tiba-tiba dicoret dari KPM tanpa alasan yang jelas atau masih masuk dalam kriteria penerima.
Baca Juga: Targetkan Pemutakhiran Data Akurat dan Selaras, Kemensos Gandeng Pemprov Jabar
Gus Ipul mengungkapkan bahwa pihaknya juga saat ini tengah mempersiapkan layanan pengaduan dan konfirmasi data melalui aplikasi WhatsApp. Data-data yang masuk melalui layanan itu akan ditindaklanjuti kepada BPS untuk verifikasi dan konfirmasi. Sehingga optimalisasi data penerima bansos oleh BPS bisa lebih akurat.
“Nanti juga bisa lewat nomor WhatsApp yang sedang kita siapkan semua agar masyarakat juga ikut berpartisipasi. Caranya seperti apa? Mengirimkan data-data kalau memang ada data yang bisa dikirim dengan foto-foto dan identitas yang cukup lengkap,” ungkap Gus Ipul. (Niko)

