Tingkatkan Efektivitas Penggunaan Biaya Operasional, BPJamsostek Terima Penghargaan Grab

top banner

Tingkatkan Efektivitas Penggunaan Biaya Operasional, BPJamsostek Terima Penghargaan Grab

Jakarta, Nawacita  – BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) raih penghargaan Best Nation Wide Collaboration di ajang Grab Business Forum 2024 yang digelar Grab Indonesia.

Penghargaan ini diraih BPJS Ketenagakerjaan karena telah melakukan transformasi dalam mendigitalisasi penggunaan kendaraan operasional mereka melalui kerja sama dengan Grab For Business di 63 kantor cabang dan 8 kantor wilayah di seluruh Indonesia.

Atas kerja sama itu juga, BPJS Ketenagakerjaan telah berhasil meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran operasional hingga 15%.

Direktur Umum dan SDM BPJS Ketenagakerjaan Abdur Rahman Irsyadi mengatakan, penghargaan ini selain sebagai sebuah prestasi namun juga dapat memperlihatkan bagaimana pihaknya selalu berupaya meningkatkan kinerja institusi melalui kolaborasi dengan berbagai pihak salah satunya Grab.

“Terima kasih Grab atas penghargaan ini, kami sebagai badan yang diamanahkan melindungi seluruh pekerja Indonesia, kami memang tidak bisa berjalan sendiri, kami akan bersinergi dan berkolaborasi dengan seluruh pihak untuk menjangkau seluruh masyarakat pekerja di luar sana, salah satu aspek yang bisa kami tingkatkan adalah bagaimana kami mampu menghemat biaya operasional namun aktivitas seluruh karyawan tidak terganggu,” kata Abdur Rahman, rabu (23/5/2024).

Diketahui beberapa alasan kerja sama BPJS Ketenagakerjaan dengan Grab For Business ini didasari antara lain kebutuhan operasional akan kendaraan dinas di seluruh kota dan kabupaten hingga pelosok tanah air. Serta keterbatasan lahan parkir di setiap kantor pelayanan hingga bagaimana BPJS Ketenagakerjaan dapat melakukan efisiensi biaya khususnya terhadap operasional kendaraan dinas.

“Kita sudah bisa efisien hingga 15% dari penggunaan anggaran, dan dengan melihat kecenderungan saat ini, angka itu akan bisa terus meningkat,” katanya.

Ia menambahkan, kerja sama dengan Grab Indonesia ini juga salah satu jalan pihaknya memperluas perlindungan kepada pekerja khususnya sopir atau driver transportasi online.

“Tentu kolaborasi dan sinergi akan terus kami buka dan perluas. Segala aspek akan kami jajaki. Seperti Grab ini, dari sebelumnya hanya 9 ribu driver yang terlindungi, saat ini meningkat hingga 30 ribu driver yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, hal ini menunjukan adanya relasi yang positif bagi seluruh pihak,” tambahnya.

Sejalan dengan itu, Deputi Aset dan Sarana Prasarana BPJS Ketenagakerjaan Helmy Ardian Asnawi mengatakan, ke depan BPJS Ketenagakerjaan akan melakukan monitoring dan pengembangan terhadap kerja sama ini sehingga dampaknya akan bisa dirasakan seluruh kantor layanan yang dimiliki.

“Kami akan terus melakukan monitoring efektivitas penggunaan kendaraan dinas dan transportasi online ini. Kami terbuka ke depannya bila ada kemungkinan kerja sama dengan online transportasi lainnya,” ucap Helmy.

Grab Business Forum 2024 kali ini mengangkat tema “Resilient Business Forward: Paving The Way to The Bolder Future”. Forum yang telah memasuki tahun kelima gelarannya ini menghadirkan wadah bagi para pemimpin perusahaan, pembuat kebijakan, serta pemangku kepentingan dari berbagai industri untuk berdiskusi mengenai pentingnya memperkuat ketahanan bisnis di tengah gejolak ekonomi global.

BPJS Ketenagakerjaan melalui Deputi Komunikasi Oni Marbun memaparkan bagaimana BPJS Ketenagakerjaan dapat beradaptasi sekaligus memanfaatkan setiap peluang melalui kampanye komunikasi Kerja Keras Bebas Cemas untuk membawa negara melalui BPJS Ketenagakerjaan melindungi dan menyejahterakan seluruh pekerja Indonesia dan keluarganya.

Acara yang digelar hybrid di Hotel Indonesia Kempinski ini dibuka dengan paparan khusus oleh Suahasil Nazara, Wakil Menteri Keuangan RI dan Chatib Basri, Ekonom Senior sekaligus Mantan Menkeu RI periode 2013-2014.

Ditemui terpisah, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jatim Hadi Purnomo mengemukakan, penerapan Grab For Business di kantor wilayah Jatim sudah diimplementasikan sejak tahun 2023.

“Semoga dengan adanya penerapan program ini dapat lebih meningkatkan efektivitas biaya operasional,” tutup Hadi.

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here