Pasar Tanah Abang Sepi Banyak Pedagang Gulung Tikar, Apa Penyebabnya?

Pasar Tanah Abang Sepi Banyak Pedagang Gulung Tikar
Pasar Tanah Abang Sepi Banyak Pedagang Gulung Tikar, Apa Penyebabnya?
top banner

Pasar Tanah Abang Sepi Banyak Pedagang Gulung Tikar, Apa Penyebabnya?

JAKARTA, Nawacita – Pasar Tanah Abang Sepi Banyak Pedagang Gulung Tikar, Tidak seperti kondisi Pasar Tanah Abang biasanya yang selalu dipadati oleh pengunjung, kini terlihat sepi, bahkan ruang gerak yang biasanya padat sekarang menjadi lengang.

Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) bahkan mengungkapkan ada fenomena pedagang di Pasar Tanah Abang satu per satu gulung tikar. Para pedagang tekstil tersebut mengalami nasib serupa dengan banyak pedagang tekstil di pasar-pasar tradisional di Indonesia.

Berdasarkan pantauan media di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat hari ini, Selasa (19/9/2023), kondisi pasar semakin sepi ditinggal oleh para pembeli. Memang masih banyak pengunjung yang berlalu lalang untuk berbelanja, namun tingkat keramaiannya jauh lebih sepi jika dibandingkan dengan Pasar Tanah Abang pada umumnya.

Dari pantauan di Lantai LG, G, SLG Blok A dan Blok B Pasar Tanah Abang yang biasanya merupakan area paling ramai pengunjung, hari ini terpantau sangat lenggang. Para pedagang yang biasanya sibuk melayani pelanggan sembari menawarkan dagangannya kepada pengunjung yang lewat, hari ini nampak berbeda, para pedagang itu banyak yang hanya diam sembari meratapi sepinya pusat grosir legendaris tersebut.

Seorang pedagang pakaian anak, Reni mengaku penjualan di Pasar Tanah Abang saat ini sangatlah sepi. Menurutnya kondisi ini sudah terjadi usai Lebaran Haji pada akhir Juni 2023 atau sekitar 3 bulan yang lalu.

“Bisa dilihat saja kondisinya gimana, memang sepi. Ini mulai sepi parahnya itu sejak 3 bulanan,” kata Reni saat ditemui wartawan di lokasi.

Baca Juga: Pasar Tanah Abang Blok G Jadi Sarang Narkoba, Polisi Lakukan Penyelidikan

Reni meyakini sepinya pengunjung yang datang ke Pasar Tanah Abang karena kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) hingga harga pangan yang hampir seluruhnya mengalami kenaikan. Sehingga masyarakat banyak yang memilih untuk menyimpan uangnya untuk kebutuhan pokok.

Pasar Tanah Abang Sepi Banyak Pedagang Gulung Tikar
Pasar Tanah Abang Sepi Banyak Pedagang Gulung Tikar, Apa Penyebabnya?

Pasar Online Salah Satu Penyebab

“Alasan sepinya mungkin karena kenaikan dari harga BBM, pangan semua pada naik ya. Jadi mungkin orang pada simpan dana mereka untuk kebutuhan pokok. Memang ada penurunan daya beli karena mungkin ada yang lebih prioritas,” jelasnya.

Karena kondisi Pasar Tanah Abang yang sepi, kata Reni, tentu saja itu menyebabkan penurunan omzet yang cukup drastis, bahkan bisa mencapai lebih dari 50% untuk penurunan omzetnya. “Karena sepi ini, itu sudah pasti ada penurunan omzet. Memang faktanya kondisi sekarang sepi, omzet turun,” lanjutnya.

Reni menyebut sepinya Pasar Tanah Abang juga terjadi karena adanya persaingan dagang dengan pedagang online. Karena kondisi pasar yang sepi banyak pedagang yang banting setir jadi berjualan online dan bahkan melakukan banting harga atau memberikan diskon besar-besaran.

“Itu orang-orang karena tidak terjual pada banting harga. Karena mungkin persaingan dagang sama online juga ya, kalau online kan nggak ada yang sewa toko, tapi kalau untuk yang offline kan mereka ada sewa toko, berarti mereka tidak bisa kasih harga di bawah pasaran,” tutur Reni.

Hal serupa juga dikeluhkan Kholis, salah seorang pedagang pakaian muslim pria. Dia mengatakan sejak satu minggu setelah Lebaran Haji 2023 terjadi penurunan pengunjung yang sangat drastis. Bahkan, Kholis mengaku dirinya mengalami penurunan omzet hingga tiga kali lipat dari biasanya.

“Benar sepi. Ini sudah sepi yang langsung drastis banget itu dari habis Lebaran Haji (akhir Juni 2023). Setelah Lebaran itu langsung drastis. Alasan sepinya sih saya kurang tau. Tapi ini sudah pasti ada penurunan omzet, yang biasanya kita bisa sampai Rp10 juta, kalau sepi gini mah nggak ada 1 per tiganya,” kata Kholis.

Secara terpisah, Sekretaris Jenderal DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Reynaldi Sarijowan mengungkapkan, pedagang di Pasar Tanah Abang mengalami penurunan omzet yang signifikan.

“Fakta yang IKAPPI temui ada penurunan omzet 60% secara keseluruhan pasar-pasar tekstil dan untuk pasar tematik seperti Tanah Abang mengalamai penurunan hingga 75%,” ungkapnya.

“Kami harapkan pemerintah melakukan upaya serius menjaga eksistensi pasar tradisional yang mengutamakan tawar-menawar, silaturahmi tetap terjaga, walaupun di online shop,” kata Reynaldi.

cnbnws.

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here