Siswi MTS Surabaya Kurangi Sampah Organik Dengan Budidaya Maggot

Budidaya Maggot
Siswi MTS Surabaya Kurangi Sampah Organik Dengan Budidaya Maggot
top banner

Siswi MTS Surabaya Kurangi Sampah Organik Dengan Budidaya Maggot

Surabaya, Nawacita – Siswi MTS Negeri 3 Surabaya, Eveline Anuriyadin sejak SD memang memiliki ketertarikan pada lingkungan hidup. Zero Organic Waste merupakan proyek budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) yang dijalankan Eveline.

“Zero Organic Waste ini merupakan proyek keikutsertaan saya dalam lomba Pangeran dan Putri Lingkungan,” ujar Eveline. Pangeran dan Putri Lingkungan adalah ajang lomba tingkat SD dan SMP sederajat yang diisiasi oleh organisasi Tunas Hijau.

Menurut penuturan Eveline, proyek Zero Organic Waste sudah dijalankan sejak Februari 2023. “Magot BSF yang saya budidaya berat totalnya sekarang sudah mencapai 550 kilogram. Sedangkan total sampah organik yang berhasil saya kumpulkan sebanyak 18 ton 816 kilogram. Kalau per hari sekitar 144 kilogram sampai 1 ton.” ucap Eveline saat ditemui di sekolahnya Jumat, 15/9/2023.

budidaya maggot
Siswi MTS Negeri 3 Surabaya budidaya maggot

Setiap harinya, Eveline memberi makan maggot BSF dengan beragam sampah organik. “Maggotnya saya beri makan biasanya 2-3 kali setiap hari. Untuk jenis makanannya itu sampah organik seperti kulit buah, terutama kulit buah nanas,” ujarnya. Menurut Eveline, kulit buah nanas dipilih agar maggot BSF yang dipanen nantinya ini tidak berbau dan tidak mudah keluar dari medianya.

Eveline telah berhasil memanen maggot BSF seberat 1 ton 50 kilogram. Belatung yang dipanen ini nantinya akan Eveline olah menjadi pupuk organik.

“Budidaya maggot BSF itu susah-susah gampang. Ketika medianya lembap itu maggotnya kadang suka keluar. Jadi harus sering-sering dicek agar medianya tidak lembap,” imbuh siswi asal Surabaya ini.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, siswi kelas 9 ini selalu mengeringkan sampah organik yang dikumpulkan. Eveline mendapatkan sampah organik dari kampung-kampung binaannya. “Sampah organik yang saya kumpulkan didapat dari penjual buah, warung-warung. Ada empat kampung adopsi yang saya bina, yaitu di kelurahan Nginden Jangkungan ada RW 2, RW 5, dan RW 4. Kemudian ada juga di kelurahan Jagir,” jelasnya.

Baca Juga: Harga Beras Naik, Pedagang Nasi Tercekik

Melalui proyek Zero Organic Waste, siswi MTS 3 Surabaya ini ingin turut berkontribusi dalam menghijaukan lingkungan. “Saya ingin menghijaukan dan membebaskan lingkungan sekitar dari sampah organik. Dengan begitu, lingkungan akan terlihat indah, bersih, dan asri,” harapnya.

Kedepannya, Eveline akan melakukan beragam pengembangan demi kemajuan proyek yang dia gagas. “Rencananya akan saya manfaatkan untuk pakan ternak, terus saya buat produk makanan seperi krispi maggot dan baby maggot,” tandas siswi yang awalnya tidak direstui orang tua.

Tidak lupa, Eveline juga ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu kelancaran proyeknya. “Terima kasih khususnya kepada orang tua dan pihak sekolah. Alhamdulillah pihak sekolah sungguh-sungguh mendukung kegiatan saya,” tuturnya. Berkat kerja kerasnya, kini Eveline menjadi finalis lomba Pangeran dan Putri Lingkungan tahun 2023.

Novia Herawati

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here