5 Siswa SD Surabaya Jadi Finalis Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup

5 Siswa SD Surabaya
top banner

5 Siswa SD Surabaya Jadi Finalis Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup

Surabaya, Nawacita – Setelah melalui proses panjang, Lina Rachmawati, S.Pd. selaku koordinator lingkungan di SD Negeri 1 Nginden Jangkungan berhasil mengantarkan lima siswanya jadi finalis Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup (Pangput LH). Ajang lomba ini diselenggarakan organisasi Tunas Hijau, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup, dan Pemerintah Kota Surabaya.

Pangput LH merupakan ajang kompetisi tahunan yang memiliki durasi panjang. Mulai dari perekrutan hingga awarding kurang lebih selama enam sampai delapan bulan. Adapun kategori yang dilombakan, diantaranya: kategori budidaya; kategori pengolahan limbah; dan kategori mengajak warga. “Mengajak warga ini maksudnya nanti peserta diharapkan bisa mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dan mengikuti aksi yang akan dia lakukan, seperti campaign,” ungkap Lina saat ditemui di Surabaya, Kamis 7/3/2023.

SD Negeri 1 Nginden Jangkungan mengirimkan lima anak dalam ajang ini. Kelima siswa yang dikirim berhasil menjadi finalis Pangput LH. M. Bayu Panji Saputra merupakan finalis pangeran dengan proyek Diapers Waste, yaitu mengolah limbah popok bayi bekas. Limbah popok ini nantinya disulap bayu menjadi beragam kerajinan bernilai ekonomis, seperti pot bunga dan gantungan kunci.

Baca Juga : Tari Remo jadi Ekstrakurikuler Wajib Pelajar SD-SMP di Surabaya

Selain Bayu, Camelia Sabrina Suwandi juga berhasil menjadi finalis Putri Lingkungan Hidup. Siswi yang akrab disapa Zeby ini menjadi finalis berkat proyeknya yang diberinama Cooking Oils. Zeby mengola limbah minyak jelanta bersama orang tua menjadi sabun dan lilin aroma terapi yang berdaya jual.

Finalis lainnya yang berhasil mewakili SD Negeri 1 Nginden Jangkungan, adalah Afiqah Mutiara Tungga Dewi dengan proyek ecobriks, Chusnul Ajeng Pratiwi dengan proyek budidaya tanaman som (gingseng) jawa, dan Muhammad Raihan Rizqullah dengan proyek budidaya tanaman tapak dara.

5 Siswa SD Surabaya

Sementara itu, Lina menuturkan ajang Pangput LH ini perlu sinergi yang baik dari berbagai pihak, termasuk orang tua siswa/siswi. “Kami bekerja sama dengan kelurahan, pengurus RT, dan juga beberapa kampung binaan seperti kampung herbal dan kampung buah nusantara,” tutur guru yang sudah membina pangput sejak tahun 2018.

Nantinya, setiap tahapan pada lomba akan diberikan tantangan yang harus dilakukan oleh anak-anak dan keluarga. Selama enam tahun menjadi koordinator pembina, Lina mengaku setiap tahunnya memiliki tantangan masing-masing.

“Tantangan terberat bagi saya adalah memotivasi anak-anak agar mau mengoptimalkan waktu yang ada untuk melakukan aksi kegiatan lingkungan. Di kala anak-anak harus tidur siang, anak-anak ini sudah harus berjibaku dengan proyeknya masing-masing,” sebutnya.

Baca Juga : Meriahkan Peringatan Hari Pahlawan, Koleksi Muspusdirla Diboyong Ke Surabaya

Lina merasa bangga dengan capaian yang diraih anak-anaknya. Keterlibatan kelima anaknya dalam melakukan aksi lingkungan diharapkan menjadi barometer bagi ajang Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup pada tahun berikut-berikutnya. Menurut Lina, pencapaian anak-anaknya ini tidak luput dari dukungan dan komitmen beragam pihak. Selain berbesar hati, totalitas dan komunikasi yang konsisten menjadi kunci suksesnya Lina menghantarkan kelima anak didiknya menjadi finalis Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup Tahun 2023

Novia Herawati

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here