Apakah Hewan Kurban Masuk Surga? Ini Penjelasan dalam Islam
Jakarta, Nawacita | Hewan kurban merupakan binatang yang disembelih ketika Idul Adha. Ibadah kurban ini mengingatkan muslim pada sejarah ketaatan Nabi Ibrahim AS kepada Allah SWT yang bersedia mengorbankan putranya, Ismail AS sebelum akhirnya diganti dengan seekor domba oleh Allah SWT.
Dalam Islam, dalil terkait kurban diterangkan dalam Al-Qur’an dan hadits Nabi SAW salah satunya pada surah Al Hajj ayat 28.
لِّيَشْهَدُوْا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ فِيْٓ اَيَّامٍ مَّعْلُوْمٰتٍ عَلٰى مَا رَزَقَهُمْ مِّنْۢ بَهِيْمَةِ الْاَنْعَامِۚ فَكُلُوْا مِنْهَا وَاَطْعِمُوا الْبَاۤىِٕسَ الْفَقِيْرَ ۖ – ٢٨
Artinya: “(Mereka berdatangan) supaya menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka dan menyebut nama Allah pada beberapa hari yang telah ditentukan atas rezeki yang telah dianugerahkan-Nya kepada mereka berupa binatang ternak. Makanlah sebagian darinya dan (sebagian lainnya) berilah makan orang yang sengsara lagi fakir.”
Dinukil dari buku Terjemah Fiqhul Islam wa Adillatuhu oleh Wahbah Az Zuhaili terbitan Gema Insani, mazhab Syafi’i, Hambali, dan Maliki berpandangan hukum kurban adalah sunnah muakkad bagi yang mampu. Apabila orang yang mampu tidak berkurban, hukumnya berubah jadi makruh.
Baca Juga: Berkurban di Hari Raya, Pahalanya Mengalir dari Setiap Helai Rambut
Tidak ditemukan dalil shahih yang menyatakan hewan kurban masuk surga. Meski begitu, terdapat sebuah riwayat yang menyebut hewan kurban akan datang di hari kiamat dan menjadi tunggangan orang yang berkurban ketika melewati ash-shirat (jembatan).
Berikut bunyi haditsnya yang dikutip dari buku Tuntunan Berkurban dan Menyembelih Hewan oleh Ali Ghufron. Dari Aisyah RA, Nabi SAW bersabda:
“Tidaklah seseorang melakukan suatu amalan yang lebih dicintai Allah pada Hari Raya Idul Adha melebihi amalan berkurban. Sesungguhnya, hewan kurban itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya, dan kuku-kukunya. Dan sesungguhnya darah dari hewan kurban itu akan mendapat ridha Allah sebelum ia terjatuh ke tanah. Maka hendaklah diri kalian merasa senang untuk berkurban.” (HR Tirmidzi)
Kemudian, dikatakan setiap anggota tubuh hewan kurban bernilai pahala dan akan jadi hewan tunggangan yang berkurban menuju surga. dtk

