Menaker: Jumlah Perserta BPJS Ketenagakerjaan hanya 37,40 Juta Orang

Perserta BPJS Ketenagakerjaan
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah (tengah) saat menghadiri Forum Komunikasi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
top banner

Menaker: Jumlah Perserta BPJS Ketenagakerjaan hanya 37,40 Juta Orang

Jakarta, Nawacita | Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengungkapkan jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan sampai dengan Juli 2023 hanya 37,40 juta tenaga kerja. Jumlah tersebut terdiri dari peserta penerima upah (PU) sebanyak 31,05 juta, peserta bukan penerima upah (BPU) sebanyak 6,35 juta, peserta pada sektor jasa konstruksi sebanyak 7,40 juta, dan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebanyak 391.344 tenaga kerja.

“Data tersebut menunjukkan dari seluruh penduduk Indonesia yang bekerja, yang telah terlindungi dengan program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan sebanyak 26,97 persen, dan 7,61 persennya adalah pekerja sektor informal,” kata Ida saat memberikan sambutan dalam Forum Komunikasi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, Senin (4/9/2023).

Menurutnya, kondisi ini harus didiskusikan, dikolaborasikan bagaimana memastikan bahwa semua mendapatkan pelayanan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Perserta BPJS Ketenagakerjaan
BJPS Ketenagakerjaan

“Kita harus memastikan kita bisa melakukan kolaborasi dan sinergitas,” ucapnya.

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menggelar Forum Komunikasi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan pada Senin (4/9/2023) hingga Rabu (6/9/2023). Kegiatan tersebut dilaksanakan secara hybrid dan diikuti oleh 500 peserta yang terdiri dari perwakilan kementerian terkait, Kadin, Apindo, SP/SB, akademisi, DJSN, BPJS Ketenagakerjaan, ILO Jakarta, World Bank Jakarta, dan praktisi/pengamat jaminan sosial.

Ida mengatakan, kegiatan ini sangat penting karena jumlah penduduk Indonesia yang bekerja belum seluruhnya terlindungi dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Targetkan 500 Ribu Mitra E-commerce Dapat Jaminan Sosial

Padahal program tersebut memiliki banyak manfaat, yaitu program jaminan kecelakaan kerja (JKK), jaminan kematian (JKM), jaminan kehilangan pekerjaan (JKP), jaminan hari tua (JHT), dan jaminan pensiun (JP).

“Begitu besarnya manfaat dari jaminan sosial ketenagakerjaan, tapi belum imbang dengan jumlah kepesertaan yang ada,” ucap Menaker.

Menaker membeberkan, data Sakernas BPS per Februari 2023 menunjukkan jumlah penduduk usia kerja sebanyak 211,59 juta orang. Dari jumlah tersebut penduduk yang bekerja sebanyak 138,63 juta orang, yang didominasi penduduk bekerja di sektor informal sebanyak 83,34 juta orang (60,12 persen), sedangkan yang bekerja di sektor formal sebanyak 55,29 juta orang (39,88 persen). antr

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here