Pemkab Mojokerto Bangun Rumah Pangan Kita di Tiap Kecamatan

Rumah Pangan Kita
Pemkab akan bangun RPK di tiap kecamatan di Mojokerto. (Foto : Fio Atmaja)
top banner

Pemkab Mojokerto Akan Bangun (Rumah Pangan Kita) RPK di Tiap – Tiap Kecamatan

Mojokerto, Nawacita – Untuk mengatasi inflasi daerah, Pemkab Mojokerto segera mengambil tindakan. Mereka akan membangun rumah pangan kita (RPK) di 18 kecamatan karena harga bahan pokok di pasar masih belum menentu.

“Selain melakukan operasi pasar di setiap ada kenaikan harga bahan pokok, pemerintah daerah juga melakukan langkah lain untuk mengendalikan inflasi daerah. Salah satunya adalah mulai merencanakan pembukaan RPK,” ucap Kepala Disperindag Kabupaten Mojokerto Iwan Abdillah, Sabtu (26/8/2023).

Sesuai dengan rapat tim pengendalian inflasi (TPID) yang dipimpin oleh Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati pada tanggal 7 Agustus kemarin, pemda telah mengeluarkan surat edaran kepada semua camat dan kepala desa sebagai penanggung jawab pasar desa.

Baca Juga: Proyek Palang Pintu KA Rawan Laka di Blooto Kota Mojokerto Mengalami Perubahan Rencana

Surat edaran ini mengharuskan para camat dan kades untuk mendata toko-toko sembako yang berada di wilayahnya masing-masing.

“Kita akan melakukan pendataan toko-toko sembako yang bisa dijadikan RPK di tiap kecamatan dan pasar. Beras, terutama IR 64 medium, akan kita kirim ke RPK-RPK ini. Harganya pasti lebih murah,” ujarnya.

Menurut Iwan, beras yang dijual di RPK-RPK ini lebih murah dari harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh badan pangan nasional (Bapanas) nomor 7 tahun 2023 tanggal 30 Maret 2023 lalu. HET untuk jenis IR 64 medium adalah Rp 10.900 per kg, sedangkan untuk HET jenis beras IR 64 premium adalah Rp 13.900 per kg.

“Beras yang kita kirim ke pedagang-pedagang sembako di pasar atau di luar berasal dari bulog. Harga jualnya tidak boleh lebih dari HET. Kalau bisa, Rp 9.450 per kilonya,” ungkapnya.

Ia belum bisa menyampaikan berapa RPK yang akan dibangun di wilayahnya, tegas Iwan. Sebab, data dari camat dan kades masih proses pendataan.

Baca Juga: Pj Wali Kota Mojokerto Akan Ditentukan September 2023, Ini Nama-Nama yang Berpotensi

“RPK akan dibuat di semua kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Ini adalah langkah pemerintah untuk mengendalikan inflasi daerah. Harga beras akan dijaga agar stabil, tidak melebihi HET,” ulasnya.

Menurutnya, sebelumnya, harga beras di pasar rakyat Kabupaten Mojokerto masih mahal, bahkan mencapai Rp 12 ribu per kg untuk jenis IR 64 medium. Padahal, produksi beras di Bumi Majapahit surplus.

“Guna mengendalikan harga beras dan menjaga stablisasi harga beras pihaknya berupaya dengan menggelar operasi pasar, untuk harga beras yang mengalami kenaikan biasnya terjadi di pasar desa, oleh karena itu, pihaknya sedang mengupayakan TPK di masing – masing pasar desa,” tandasnya. Fio Atmaja

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here