Jangan Salah Lagi, Ini Perbedaan Psikiater dan Psikolog

ilustrasi
ilustrasi
top banner

Jangan Salah Lagi, Ini Perbedaan Psikiater dan Psikolog

Jakarta, Nawacita | Apa perbedaan antara psikiater dan psikolog? Profesional perawatan kesehatan khusus, termasuk psikiater dan psikolog, dapat membantu jika Anda memiliki gangguan mental atau tidak dapat mengatasi berbagai masalah dengan baik.

Dilansir Health Direct, Selasa (13/6/2023), psikiater merupakan dokter medis yang telah menyelesaikan pelatihan khusus di bidang psikiatri. Psikiater dapat mendiagnosis, mengobati, dan mencegah gangguan mental, emosional, dan perilaku.

Psikiater bekerja dengan cara yang berbeda dan dapat menggunakan kombinasi perawatan, termasuk konseling, psikoterapi, dan pengobatan seperti antidepresan. Mereka biasanya dapat memasukkan orang ke rumah sakit jika diperlukan.

Psikiater bekerja di rumah sakit, klinik, dan dengan layanan kesehatan mental masyarakat, serta dalam praktik pribadi. Jika Anda memiliki kondisi kesehatan mental yang parah, seperti depresi berat, gangguan kecemasan (seperti serangan panik dan fobia), kondisi kompleks (seperti gangguan bipolar dan skizofrenia), gangguan makan (seperti anoreksia dan bulimia), gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (ADHD), gangguan obsesif kompulsif (OCD), dan gangguan stres pascatrauma (PTSD), Anda mungkin perlu menemui psikiater.

ilustrasi
ilustrasi

Bagaimana dengan psikolog? Psikolog adalah profesional kesehatan terdaftar yang terlatih dalam perilaku manusia.

Beberapa psikolog memilih untuk menyelesaikan pelatihan lebih lanjut untuk didukung dalam bidang psikologi tertentu, seperti psikologi klinis, neuropsikologi, kesehatan, komunitas, forensik, organisasi, dan psikolog olahraga dan pelatihan. Mereka bekerja di berbagai bidang, seperti sekolah, rumah sakit, layanan kesehatan masyarakat, pengadilan, penjara, bisnis, dan praktik swasta.

Anda dapat mengunjungi psikolog untuk mendapatkan bantuan terkait masalah, seperti depresi, kecemasan, atau stres, penyalahgunaan narkoba dan alkohol, gangguan makan, ketakutan dan fobia, rendah diri, serta gangguan stres pasca trauma. Seorang psikolog juga dapat membantu menghadapi tantangan yang mungkin Anda hadapi dalam hidup seperti stres keuangan, putusnya hubungan, kekerasan dalam rumah tangga, penuaan, kesedihan, atau kehilangan.

Perbedaan utama antara keduanya adalah psikiater telah dilatih sebagai dokter medis dan dapat meresepkan obat. Psikolog bukanlah dokter medis dan tidak meresepkan obat.

Namun, keduanya dilatih untuk memahami cara kerja otak Anda, cara Anda berpikir, dan cara Anda berperilaku. Psikolog dan psikiater dapat menggunakan berbagai jenis konseling dan psikoterapi untuk membantu.

Psikolog dan psikiater juga menggunakan berbagai bentuk terapi untuk membantu masalah kesehatan. Mereka dapat membantu Anda mengembangkan cara berpikir dan berperilaku yang lebih baik.

Baca Juga: Sering Dianggap Sama, Ini Perbedaan Overweight dan Obesitas

Sementara itu, konseling daring & self care Riliv menjelaskan dalam postingan akun Twitter-nya @riliv_app bahwa selain psikolog dan psikiater, ada juga konselor psikologis. Konselor psikologis telah terlatih menjadi pendengar yang baik.

Maka dari itu, konselor psikologis bisa menjadi teman diskusi yang memberi perspektif berbeda ketika Anda memiliki masalah atau sedang ingin menggali potensi dan pengembangan diri.

Selanjutnya, psikolog, psikiater, serta konselor psikologis ini juga memiliki latar pendidikan yang berbeda. Konselor psikologis memiliki latar S1 Psikologi atau S1 Pendidikan Bimbingan dan Konseling. Sedangkan psikolog memiliki latar S2 profesi psikologi dan psikiater mempunyai latar dokter spesialis kedokteran jiwa (SpKJ). rpblk

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here